Follow

Berbicara Tentang Pelayaran Rakyat, Menteri Perhubungan Ingin Libatkan Akademisi Unhas

Editor: Khintan | Kamis, 19 April 2018 - 17:00 Wita | 85 Views
Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi menjadi pembicara dalam Diskusi Teras Kita ke-30 di Ruang Rapat Senat lantai 2 Rektorat Unhas, Kamis (19/4). Foto: Mutmainna/identitas

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi hadir sebagai pembicara dalam Diskusi Teras Kita ke-30 di Ruang Rapat Senat lantai 2 Rektorat Unhas, Kamis (19/4).

Diskusi tersebut merupakan kerjasama Kementerian Perhubungan, Pengda Kagama Sulsel dan Universitas Hasanuddin. Tema yang diangkat yaitu “Tol Laut untuk Konektivitas Transportasi dalam Mengembangkan Ekonomi Wilayah Kepulauan.”

Dalam diskusi ini Budi mengatakan perlunya peningkatan fungsi pelayaran rakyat. Pelayaran rakyat adalah salah satu tombak ujung dari pelayaran-pelayaran di masyarakat. “Saat ini Menteri Perhubungan, kita akan memulai membagikan 24 kapal dan pelayaran rakyat juga kami mendidik 3.000 orang pelaut Bugis-Makassar untuk menjadi pelaut-pelaut yang akan datang,” ujarnya.

Selanjutnya diperlukan suatu rekayasa untuk mengatur kesesuaian barang dengan kapal-kapal yang ada. Untuk mendukung hal tersebut, Menteri Perhubungan ingin melibatkan pemikiran-pemikiran dari para profesor dan mahasiswa Unhas dalam tim mereka. Oleh karena itu, ia menugaskan PT PELNI dan pelabuhan IV untuk mendiskusikan lebih detail terkait solusi yang diperoleh dari pelaksanaan diskusi ini.

“Saya yakin dengan antusiasme, kegembiraan, dan kekompakan kita bisa meningkatkan fungsi tersebut,”lanjutnya.

Beberapa narasumber yang hadir pula dalam diskusi ini di antaranya: Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung, Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya L Tobing dan Prof Dr Ir Yakin Hinca, MsTr dan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.

Reporter: Mutmainna

BACA JUGA