Follow

Cermin Nurani

Editor: Ayu Lestari | Selasa, 23 Januari 2018 - 11:56 Wita | 118 Views

Hal bijak yang bisa dilakukan ketika masalah terjadi pada diri kita..Berhentilah sejenak, berkacalah di depan cermin dan mulai melihat diri sendiri.

Beberapa waktu lalu, saya tercengang melihat sifat sepupuku. Ia kehilangan barang berharga dan mencarinya, namun tak juga menemukan. Setelah lama mencari, ia pun berhenti dan mengatakan, “Mungkin saya telah melakukan kesalahan kepada orang lain atau tidak pernah melakukan kebaikan.” Saya memeluknya sambil berkata, “Kamu keren karena berpikir demikian,”

Melihat hal itu saya teringat dengan perkataan Maxwel bahwa semua peperangan yang besar berlangsung dalam diri kita sendiri. Untuk menghadapinya, ada dua pilihan, yang pertama, menyalahkan dan melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Kedua, berhenti menyalahkan orang lain, melihat diri sendiri, dan berusaha keras menyelesaikan hal-hal yang menjadi sebab timbulnya masalah.

Jika tertimpa masalah berhentilah sejenak dan berkacalah di depan cermin. Cermin akan selalu memantulkan cahaya. Ketika seseorang berdiri memandang ke arah cermin tepat sejajar, maka akan terlihat wujud rupa bayangan di bidang cermin yang jernih. Selama orang itu dapat melihat, maka ia akan melihat penampakan bayangannya dengan sempurna.

Melalui cermin, seseorang dapat melihat potret kehidupannya sendiri sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Dengan cermin, seseorang dapat mengintrospeksi diri untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya lagi.

Tidak jarang, hal ini juga dialami beberapa orang di sekitar kita. Ketika divonis menderita penyakit, mereka cenderung menyerahkan segala upaya dan hasilnya kepada sang dokter. Rela mengeluarkan biaya mahal demi memeroleh tubuh sehat. Sambil menanyakan, “Berapa biaya agar saya bisa sembuh?” Namun ketika dokter tidak mampu menyembuhkan penyakitnya, hal pertama ia lakukan adalah menyalahkannya.

Kebanyakan orang menjadikan cermin hanya untuk melihat seberapa bagus dandanan dan  paras wajahnya. Namun tidak memanfaatkannya untuk bersyukur. Terlebih, melihat lebih dalam pada dirinya sendiri. Cermin tidak hanya untuk memperbaiki tampilan fisik, tapi lebih dari itu. Cermin bisa dijadikan untuk memperbaiki pribadi agar  lebih baik lagi.

Tanpa disadari  manusia bersikap dan bertindak tidak sesuai dengan keinginannya, namun karena ingin dilihat oleh orang lain. Tak jarang jati dirinya pun ia tanggalkan dan kehidupannya hanya sebuah topeng belaka.

Hanya cermin dengan jujur menampakkan sebenar-benarnya diri. Cermin itu disebut cermin nurani. Cermin yang letaknya dekat organ berdetak. Seberapa pintarnya manusia membohongi dirinya sendiri dan orang lain, ia tidak akan bisa membohongi cermin nurani. Bisa dikatakan ia adalah sahabat yang tidak pernah berbohong.

Saat kamu terjatuh dalam masalah, senantiasa selalu ada nasihat baik yang menghampiri. Namun sebelumnya, tanyakan pada diri sendiri, apakah saya benar-benar bisa? Ada banyak nasihat di dunia ini, namun tanpa semangat untuk diajar juga tidak akan membantu. Mari bijak dalam menggunakan cermin nurani.

 

 Nurmala

Penulis adalah Reporter identitas

Mahasiswa Departemen Administrasi Negara

Angkatan 2015

BACA JUGA