Follow

Citizen Reporter: KKN PPM Dikti Unhas Gelar Lomba Miniatur Pinisi di Bontobahari, Bulukumba

Editor: Sri Hadriana | Jumat, 10 Agustus 2018 - 20:30 Wita | 94 Views
Perwakilan camat dan kepala SMAN 3 Bulukumba melihat karya salah satu peserta lomba. Foto: dokumentasi pribadi

Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Dikti Unhas mengadakan lomba miniatur perahu pinisi di Kelurahan Tana Lemo, Bontobahari, Bulukumba, Jumat (10/8).

Kegiatan yang mengusung tema ‘melestarikan budaya pinisi melalui kreasi miniatur’ ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri dari 14 tim.

Proses pengguntingan pita oleh perwakilan Camat Bontobahari. Foto: dokumentasi pribadi

Acara dimulai di Aula SMA Negeri 3 Bulukumba, dilanjutkan pengguntingan pita di lapangan pameran. Lalu, sambutan oleh perwakilan camat Bontobahari, Mursalim.

“Saya senang sekali dan mengapresiasi dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unhas gelombang 99. Kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Bontobahari ini akan ditindaklanjuti dari pihak kecamatan untuk tetap diadakan rutin tiap tahun,” kata Mursalim dalam sambutannya.

Sama halnya dengan Kepala SMA Negeri 3 Bulukumba, Dra Nirwati M MPd. Selain mengapresiasi, ia juga senang karena kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk para siswa.

“Kegiatan yang sangat mulia, dapat memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Bontobahari. Ke depan, bisa menjadi sebuah komunitas,” katanya.

Selain perwakilan camat dan kepala sekolah, acara ini juga dihadiri Kepala Kelurahan Tana Lemo, tim juri, dan beberapa tamu undangan.

Alhasil, lomba ini mendapatkan jawara dalam membuat miniatur pinisi. Ialah tim Exact 2 Squad. Ketua tim, Andi Nur Annisa Azzahra mengatakan, sangat antusias mengikuti kegiatan ini lantaran menambah kreatifitas siswa. Selain itu, akan menumbuhkan rasa senang dan bangga akan budaya lokal Bontobahari.

“Saya tidak menyangka tim kami menjadi juara pertama. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut,” tambah Nur Annisa.

Seperti diketahui, Bontobahari terkenal sebagai bumi “panrita lopi” (tanah para ahli pembuat perhau pinisi). Sehingga, perlu untuk dibudayakan melalui kreasi miniatur.

Ketua panitia acara, Hariyono mengatakan, lomba membuat miniatur ini guna menanamkan rasa cinta akan budaya pinisi, menambah kreatifitas siswa, dan mempererat tali silaturrahmi antar siswa Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan sekecamatan Bontobahari.

Penulis: Saiful Kallang

BACA JUGA