Follow

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Aplikasi Tik-tok Pengaruhi Pribadi Anak

Editor: Khintan | Selasa, 10 Juli 2018 - 14:00 Wita | 82 Views
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof. Dr. Yohana Susana Yembise,Dip Apling MA menghadiri Konferensi Internasional yang diadakan Asosiasi Pusat Studi Wanita, Gender dan Anak Indonesia di Ruang Rapat Senat Lt.2 Gedung Rektorat Unhas, Selasa (10/7).

Asosiasi Pusat Studi Wanita, Gender dan Anak Indonesia menggelar International Conference of Development (ICGD) dan Rapat Kerja Nasional Ke-4 di Ruang Rapat Senat Lt.2 Gedung Rektorat Universitas Hasanuddidan, Selasa (10/7). Kegiatan tersebut mengangkat tema”Gender and Development In Changing Society”.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa petinggi instansi, seperti Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Dr Yohana Susana Yembise, Dip Apling, MA, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Dosen Universitas Airlangga, Prof Dr Emy Susanti, MA, dan Kepala Puslitbang Kependudukan dan Gender (P3KG) Unhas, Dr Rabina Yunus, M Si.

Dalam sambutannya, Dwia mengungkapkan rasa bangga menjadi tuan rumah konferensi International ini. “Kami sangat bangga menjadi tuan rumah Konferensi Internasional ini dan sangat berharap agar konferensi ini memberikan peningkatan pada peran perempuan agar lebih baik lagi ke depannya,”katanya.

Kemudian, saat memberikan sambutannya, Yohana mengungkapkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang diperhitungkan oleh dunia terkait kesetaraan gender. Sebab Indonesia memiliki toleransi yang tinggi.

“Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan perempuan Indonesia sudah diakui hebat-hebat, berani, dan sudah maju,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan UUD No.17 tahun 2016 adalah bagian dari pasal 82 yang menjelaskan tentang Perlindungan Anak. “Barang siapa yang melakukan tindakan seksualitas terhadap anak, anak itu meninggal, cacat ataupun ditulari penyakit-penyakit berbahaya seperti HIV-AIDS, maka bisa dikenakan hukuman mati, hukuman seumur hidup, hukuman suntikan kebiri, pemasangan chip ditubuh tersangka, dan pengumuman identitas pelaku di khalayak umum,”tambahnya.

Ibu Yohana Yembise pun menuturkan terkait fenomena aplikasi tik-tok zaman ini yang menurutnya dapat mempengaruhi kepribadian anak.”Saya rasa aplikasi tersebut tidak memberikan pembelajaran yang bermanfaat malahan membentuk kepribadian anak tersebut berubah atau bisa dikatakan tidak terpuji. Dengan begitu, kami rasa pemblokiran terhadap aplikasi tersebut menjadi salah satu langkah yang baik dilakukan,”ujarnya.

Reporter: M03

BACA JUGA