Follow

Prof Jamaluddin Jompa dan Obsesi Jadi Peneliti Sejak Kecil

Editor: admin | Rabu, 10 Januari 2018 - 17:13 Wita | 817 Views

Berkat kerja kerasnya yang pantang menyerah mengantarkan Prof Jamaluddin Jompa memperoleh anugerah sebagai dosen berprestasi dengan hasil penelitian yang seabrek.  Tulisan-tulisannya mudah dijumpai di jurnaljurnal internasional, hingga ia sempat-sempat disebut sebagai calon ideal Menteri Kelautan di tahun 2013 lalu.

Bagaimana awal mula ketertarikan Prof JJ, sapaan akrab Jamaluddin Jompa terhadap dunia penelitian? Bagaimana perjuangan dalam karirnya sehingga ia menjabat dekan, hingga terpilih sebagai Ketua Akademi Ilmuan Muda Indonesia (ALMI)?  Berikut wawancara Reporter Identitas Nurmala dengan Prof JJ di ruang kerjanya.

Bapak dikenal sebagai professor yang aktif meneliti. Bagaimana awal mula ketertarikan dengan dunia penelitian, khususnya tentang laut?

Sejak SMP, memang saya memiliki cita-cita menjadi peneliti. Saya selalu memaksa teman-teman untuk membuat eksperimen. Apapun itu, saya selalu mencoba untuk mempraktikkan sains atau ilmu pengetahuan. Saya kan dulu berasal dari daerah Pinrang dan itu bukanlah tempat yang menginspirasi untuk melakukan penelitian. Maka itu mendorong saya untuk bercita-cita menjelajah dunia.Setelah masuk SMA, saya memilih masuk IPA dan tertarik dengan kimia karena banyak hal yang menarik menurut saya.

Dari dulu saya tertarik dengan laut karena laut menginspirasi saya bahwa laut itu penuh dengan misteri. Laut itu seperti apa? Isinya seperti apa? Sifatnya bagaimana? Itu semua menjadi pertanyaan saya dulu. Saat masuk kuliah, waktu itu belum ada ilmu kelautan, jadi saya memilih yang terdekat yaitu ilmu perikanan dan bebas tes.

Saat kuliah saya selalu ingin membaca hasil-hasil penelitian. Setiap ada solusi dari hasil penelitian, membuat saya paham bahwa penelitian itu membawa solusi. Kalau tidak ada penelitian, banyak masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Makanya saya cepat melakukan penelitian, dan saya termasuk mahasiswa tercepat yang melakukan penelitian yakni pada semester enam. Mungkin dikarenakan obsesi saya terhadap penelitian.

Saat itu saya meneliti sesuatu yang masih cukup sulit dan berskala besar. Itu kalau orang melihat foto-foto saya waktu penelitian S1, mereka banyak mengira bahwa penelitian saya mengalahkan penelitian-penelitian S3. Mungkin saya berasal dari keluarga ekonomi yang lemah tapi saya terbantu dengan penelitian. Saya merasa, bahwa penelitian selalu membawa kemaslahatan bagi umat manusia.

Singkat cerita setelah saya selesai, saya mau keluar negeri. Mungkin berbeda dengan mahasiswa sekarang yang mau nyaman saja, saya tidak suka nyaman, saya mau melanjutkan sekolah di tempat paling jauh melihat dunia lebih luas. Waktu itu saya mendapat kesempatan beasiswa ke Denmark dan Kanada. Tanpa pikir panjang, saya memilih Kanada karena itu yang paling jauh. Mungkin itu yang membuat saya merasa bahwa ilmu pengetahuan harus diawali dari penelitian. Dan kita harus investasi di situ.

Apa yang professor rasakan saat mendapat prestasi sebagai dosen dengan sitasi terbanyak di indeks Unhas tahun 2016 lalu?

Pertama  merasa sangat senang karena di sela-sela kegiatan saya yang cukup banyak, saya telah memberikan yang terbaik buat Unhas (minimal dalam hal jumlah sitasi terbanyak). Saya sadar hal ini tentu tidak mudah, karena cukup banyak dosen Unhas yang hebat-hebat.

 Apa-apa saja yang professor lakukan, sehingga bisa menghasilkan indeks terbanyak?

Sebenarnya saya telah sering share dalam bentuk presentasi pada beberapa pelatihan publikasi international tentang ’20 Jurus Untuk Meningkatkan Indeks Sitasi”;  5 yang terpenting adalah pertama, memilih untuk publikasi pada journal dengan impact factor yang tinggi, kedua, publikasi pada  journal yang open access, ketiga, membuat journal kita lebih muda diketahui, diakses, dan didownload oleh orang lain (termasuk melalui medsos), keempat, berkolaborasi dan publikasi bersama dengan peneliti internasional, dan kelima, mengupayakan judul, abstrak, dan kata kunci dengan kualitas terbaik sehingga lebih awal menarik minat pembaca untuk mensitasi, dll.

Dari sekian banyak penelitian professor, penelitian mana yang paling menyimpan kesan mendalam?

Yang paling berkesan adalah ketika saya membuat rancangan penelitian yang ambisius, yakni ingin membuktikan secara empirik (dengan kombinasi laboratorium dan lapangan). Penelitian tersebut untuk menjawab apa yang lebih berpengaruh terhadap degradasi terumbu karang pada kondisi tertentu, apakah nutrient atau herbivory?

 

Perdebatan tersebut membuat para ahli terumbu karang dunia berbeda pandangan. Setelah kerja keras menjalankan uji nutrient siang-malam di atas kapal dan uji herbivory exposure di lapangan/penyelaman secara simultan, maka saya temukan jawaban terhadap perdebatan tersebut. Hal ini kemudian dimuat pada jurnal “Limnology and Oceangoraphy” yang berbasis di USA, mereka tidak hanya  menerima untuk mempublikasi temuan saya, tapi juga memberi appresiasi khusus dengan termuan tersebut. Untuk menyelesaikan penelitian ambisius ini, saya dibantu oleh banyak voluntir (khsususnya mahasiswa pasca JCU), dan juga pendanaan besar dari Australian Institute of Marine Science (AIMS).

 

Apa hal-hal menarik yang professor rasakan saat meneliti?

Mungkin karena senang, pada umumnya saya tidak merasa lelah.Walaupun harus kerja extra, adrenalin saya selalu terpacu. Hal itu karena banyak masalah yang harus diselesaikan dan pertanyaan-pertanyaan yang harus bisa dijelaskan.

 

Kita selalu merasa terpaksa untuk membaca dan membaca hasil-hasil penelitian orang lain, sehingga kita yang tadinya mungkin agak malas membaca akan berubah menjadi lebih rajin.

 

Prof menjabat sebagai ketua di beberapa organisasi seperti Ilmuwan muda Indonesia,  Mitra bahari Sulsek, ADSI, Alumni Australia, belum lagi sebagai tenaga pengajar. Bagaimana membagi waktu?

 

Ini sulit saya jawab, karena mungkin kelihatannya tidak rasional. Namun, karena niat saya yang tulus dan ikhlas serta perinsip saya ingin mengabdi dan memberi yang terbaik, syukur Alhamdulillah. Saya lalui hari-hari yang penuh tantangan tersebut dengan semangat dan tekad yang tinggi.

 

Dalam memimpin berbagai organisasi tersebut, salah satu kunci penting yang membuat saya merasa kuat menjalani dan menahkodai berbagai lembaga tersebut adalah dukungan orang-orang yang saya percaya. Mereka-merekalah yang sesungguhnya pemain utama, saya hanya berusaha menjadi pemimpin yang baik dan efektif, membangun dan manjaga teamwork yang kuat, mengarahkan dan menyemangati untuk yang terbaik. Tentunya, di sana ada trust dan kekeluargaan yang mutlak harus dipupuk dan dipelihara.

 

Nama prof sempat diperbincangkan dalam polling Kabinet Rakyat yang dilakukan oleh beberapa kelompok relawan Capres Jokowi-JK saat itu?

 

Inipun sulit saya jawab. Pada awal pooling dimulai, saya heran dan tidak bisa percaya. Dari sekian banyak orang-orang hebat, kenapa nama saya muncul sebagai salah satu kandidat kuat bersama Prof Rohmin Dahuri (yang mantan Menteri) dan lainnya? Dari dua penyelenggara polling, nama-nama kandidat berbeda kecuali nama saya yang selalu ada pada keduanya.

 

Sebenarnya saya penasaran, tapi saya tidak mengenal penyelenggara polling, maka saya minta teman di Jakarta untuk mencari tau kenapa nama saya masuk nominasi. Jawabannya, ternyata mereka cari tau dari berbagai media, termasuk Google.

 

Lalu mereka menyaring melalui FGD untuk menetapkan kandidat terkuat.Yang lebih mengherankan, tapi saya syukuri, bahwa walaupun saya hanya dari Indonesia Timur, ternyata saya bisa memperoleh dukungan polling tertinggi. Walaupun tentunya menteri ditentukan secara politis oleh Presiden, saya  sudah sangat bersyukur karena telah dinilai baik oleh publik secara nasional.

 

Apa target prof ke depannya?

 

Target saya sederhana, menjadi dosen dan peneliti yang baik, tentunya bersama-sama dengan tim lainnya. Selalu menjadi bagian dari keluarga besar Unhas dalam menggapai cita-citanya. Saya sangat ingin melihat Unhas menjadi kebanggaan civitas akademik dan alumninya, melalui kiprah Unhas yang semakin berprestasi, bukan hanya di tingkat nasional tapi juga internasional.
Apa yang akan saya lakukan? Dalam waktu dekat, saya ingin memperkuat Center of Excellent (CoE) for Marine Resilience and Sustainable Development di FIKP Unhas. Bersama tim serta arahan dan koordinasi pimpinan Fakultas dan Rektor Unhas, kami inginkan CoE ini bisa menjadi salah satu yang terbaik di Asia.  Mohon doa dan dukungannya ya.

 

Apa kunci sukses professor?

 

Banyak kunci sukses, tapi bagi saya dan mungkin orang-orang yang seperti saya yang dulu serba kekurangan secara materil dari keluarga miskin, jangan takut untuk bermimpi menjadi lebih sukses. Bermimpilah seindah mungkin, bermimpilah untuk menjadi kebanggaan keluarga dan orang-orang yang mencintaimu, bermimpilah dengan mimpi yang terbaik.

 

Jangan pernah menyerah untuk membangun dan menggapai mimpi-mimpi. Lalu, percayalah pada kemampuan diri sendiri, bangun silaturrahmi, bangun kepercayaan, bekerja cerdas, bekerja keras, dan jangaan lupa berdoa.

 

Belakangan ini ramai orang-orang yang mengaku peneliti dan punya temuan hanya karena sekolah di luar negeri. Bagaimana tanggapannya?

 

Dunia saat ini adalah jaman millenia dengan keterbukaan informasi yang sangat dahsyat.  Terlalu sulit seseorang untuk menyebut dirinya dan temuannya baik atau luar biasa tanpa mendapat pengakuan publik.

 

Kebanyakan termuan luar biasa itu bukan karena klaim diri sendiri, tapi oleh publik. Oleh karena itu, saya selalu respek pada mereka-mereka yang selalu ingin meneliti dan menemukan hal-hal baru sebagai bagian dari solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh umat manusia.

 

Saya mendengar professor saat ini banyak meneliti tentang Coral Triangle Initiative (CTI). Bisa prof jelaskan sedikit tentang coral triangle?

 

Coral Triangle Initiative ini adalah komitmen kerjasama 6 negara (Indonesia, Malaysia, Phillipine, PNG, Solomin, dan Timor Leste) yang ditandatangani langsung oleh masing-masing kepala negara pada tahun 2009. Keenam negara di kawasan segitiga karang dunia, sekaligus pusat biodiversitas laut di planet bumi ini, bersepakat untuk secara bersama-sama menyelematkan dan mengoptimalkan sumberdaya alam melalui 5 program utama.

 

Program tersebut yakni, mengembangkan pengelolaan bentang laut/sea scape, mengelolan perikanan melalui pendekatan eksositem/EAFM, penguatan pengelolaan kawasan konservasi dan jejaringnya, adaptasi perunahan iklim di kawasan pesisir, dan melindungi hewan laut yang terancam punah.

 

Kenapa professor tertarik meneliti coral triangle?

 

Awalnya selama 3 tahun  lebih, saya cukup intens menjadi bagian dari proses pengembangan inisiasi ini sampai dengan membangun kerangka kerjasama CTI enam negara, serta memperkuat implementasi CTI di Indonesia. Selama 2 tahun saya menjadi ketua Kelompok Ahli CTI Indonesia yang mengawal penguatan sains dalam penyusunan rencana aksi nasional dan regional CTI.

 

Setelah saya menyelesaikan penugasan saya di Jakarta dalam membantu program COREMAP, saya lebih banyak konsentrasi di Unhas dan sejak 2012. Sejak itu, cukup banyak penelitian yang kami lakukan terkait coral triangle sampai saat ini.

 

Kenapa saya tertarik? Karena di sinilah Indonesia memiliki comparative advantages yang terbaik, untuk bisa menjadi rujukan internasional.  Indonesia dianugerahi kekayaan biodiversitas laut (khususnya terumbu karang) tertinggi di dunia. Oleh karena itu, kita harus menjadi tuan rumah di negara sendiri, dan semoga kita khususnya Unhas bisa menjadi leader atau trend setter dalam pengembangan sains tentang coral triangle.

 

Bagaimana tanggapan professor terhadap dosen yang jarang melalukan penelitian?

 

Memang tidak semua dosen memiliki peluang dan waktu yang sama untuk bisa melakukan penelitian. Namun demikian, saya masih berharap bahwa teman dosen, khususnya yang masih relatif muda, untuk terus berusaha meningkatkan aktifitas penelitiannya.

 

Memang berbagai hambatan masih berusaha diatasi oleh pimpinan Unhas, khususnya keberadaan sarana-prasarana penelitian serta dukungan dana riset. Namun dengan berbagai keterbatasan yang ada, kita harus saling membantu untuk tetap bisa melakukan yang terbaik agar kita bisa tetap melalukan penelitian atau minimal membimbing mahasiswa kita atau dosen mudah untuk melakukan penelitian.

 

Tidak sampai di situ, dari hasil penelitian kita harus menuliskannya dalam bentuk jurnal ilmiah yang berkualitas. Hal ini sangat penting agar kita bisa lebih mampu dalam persaingan memperoleh dukungan pendanaan penelitian (baik nasional maupun internasional).

 

Perlahan tapi pasti, agar kita bisa mengatasi kendala-kendala yang ada. Selain itu, Unhas harus tetap menduduki papan atas (10 besar) dalam peringkat Universitas terbaik Indonesia, dan selama ini bidang penelitian dan publikasi memberi kontribusi yang cukup besar.

 

Jangan lupa, perguruan tinggi lain juga memperkuat dan mempercepat pencapaian prestasi bidang penelitian. Oleh karena itu, mari kita mendukung Unhas, menjadi bagian dari program-program LP2M, memperkuat barisan di Program Studi, Departement, dan Fakultas, bahkan penelitian antar fakultas (interdisiplin). Agar Unhas tetap dan semakin berjaya dalam bidang penelitian dan publikasi.

 

Bagaimana seyogyanya peran dosen?

 

Berdasarkan Undang-Undang, tugas dosen secara normatif yakni melaksanakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Tentunya hal ini perlu dijabarkan lagi oleh tiap dosen di tingkat Departemen, Fakultas dan Universitas; termasuk bagaimana kita sebagai dosenmenjalankan berbagai peran pokok dan peran2 lainnya dalam memperkuat pencapaian visi, misi, dan target-target output institusi.

 

Bisa diceritakan tentang riwayat pendidikannya professor? Dari sekian jenjang pendidikan yang bapak lewati, masa apa yang paling berkesan?  

 

Saya memulai Pendidikan Sekolah Dasar di Sampeang, Kabupaten Bulukumba. Awalnya saya hanya ikut-ikutan karena belum cukup umur, tapi karena saya dianggap serius dan cukup berprestasi, maka saya juga ikut naik kelas 2 dan seterusnya. Saat kelas 4 SD, ayah saya pindah tugas ke Kota Pinrang, sehingga saya pun pindah ke SD 13 Pinrang, namun hanya beberapa bulan, ayah saya yang seorang anggota Kodim, ditugaskan lagi sebagai bina desa di Paria. Maka jadilah saya harus pindah untuk yang ke tiga kalinya saat masih duduk di kelas 4 SD.

 

Setelah itu, saya lanjut ke SMP 2 Pinrang dan lanjut ke SMA 243 Pinrang. Setelah tamat SMA, saya terlanjur di Perikanan Unhas pada tahun 1985 dan selesai pada tahun 1989. Pada awal tahun 1994 saya melanjutkan studi ke McMaster University di Canada dan selesai pada tahun 1996. Kemudian lanjut S3 di James Cook University, Australia.

 

Yang paling berkesan, walaupun kesannya agak menderita, adalah saat masih duduk di bangku SMA. Idealnya anak-anak SMA harus fokus belajar agar dapat lulus masuk perguruan tinggi favorit. Sebenarnya saya pun telah belajar sungguh-sungguh. Sayang sekali, saya masih harus membagi waktu bekerja di sawah setelah pulang sekolah.

 

Hal ini tentu tidak mudah, sehingga dalam banyak kesempatan, saya harus membawa buku ke sawah.Saya manfaatkan kesempatan membaca buku di sawah. Walaupun perjuangannya berat, bahkan saya harus menjalani ujian akhir dalam kondisi sakit, namun Alhamdulillah, saya berhasil lulus ujian nasional dengan nilai terbaik pada saat itu.

 

Apa harapan atau pesan professor untuk seluruh mahasiswa Indonesia khususnya mahasiswa Unhas?

 

Para pahlawan bangsa telah berkorban untuk meraih kemerdekaan, para pendahulu bapak bangsa telah berjuang untuk meletakkan dan membangun pondasi bangsa.Para pemimpin di setiap jaman pada setiap jenjang juga telah berjuang membangun peradaban bangsa Indonesia untuk meraih cita-cita mulia menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, makmur, dan disegani dunia.

 

Sayang sekali, bangsa kita tertatih-tatih melewati masa dan jaman yang penuh rintangan, sehingga bangsa ini masih harus berjuang terus menjadikan Indonesia menjadi negara yang kuat dengan daya saing tinggi. Adik-adikku mahasiswa, di Unhas, dan di seluruh tanah air, mari mengisi kemerdekaan ini dengan penuh semangat untuk mengangkat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar.

 

Ayo belajar keras dan cerdas dengan penuh kesungguhan untuk menjadi pandai dan cemerlang, serta menguasai sains dan teknologi. Terus berkarya menghasilkan inovasi-inovasi baru yang dapat membanggakan para pendahulu kalian. Jangan mau kalah oleh bangsa lain.

 

BACA JUGA