Follow

Sekolah Bukan Untuk Menghasilkan Uang

Editor: Ayu Lestari | Kamis, 11 Januari 2018 - 18:21 Wita | 197 Views

 “Kamu ngga curang tapi hidup ini mencurangi kamu,

Kalimat di atas diucapkan Lynn, pemeran utama film Bad Genius. Sebuah film Thailand yang rilis pada 23 Agustus 2017. Film ini bercerita tentang sekelompok siswa yang menyulap kunci jawaban  menjadi bisnis yang menghasilkan uang banyak. tentunya dalam tim bisnis apapun memerlukan ketua dan anggota pendukung demi kelancaran rencana bisnis.

Film ini dibintangi oleh Chutimon Chuengcharoensukying berperan sebagai Lynn, Eisaya Hosuwan Eisaya Hosuwan sebagai Grace, Teeradon Supapunpinyo sebagai Pat, Chanon Santinatornkul sebagai Bank, Thaneth Warakulnukroh sebagai Pravit (ayah Lynn), Sarinrat Thomas sebagai kepala sekolah.

Rinrada Nilthep atau yang akrab dipanggil Lynn merupakan salah satu siswa yang  pintar dengan IPK 4.00 setiap tahunya. Lynn pintar, tapi tak seberuntung Pat dan Grace, sahabatnya. Tak beruntungnya Lynn menjadi anak yang kaya seperti sahabatnya itu menarik Lynn harus menjual kunci jawaban untuk kelompok anak orang kaya demi setumpuk uang.

“Kita tidak terlahir sebagai pemenang seperti Pat dan Grace,” kata  Lynn.

Lynn merupakan siswi yang sangat cerdas di Sekolahnya, Krungthep Thaweepanya.dengan beasiswa penuh bagi Lynn terkadang tak cukup. Segala manipulasi pun dimainkan Lynn agar tidak tercium oleh guru dan teman sekolah yang tidak membayar ‘Uang teh’, Istilah penyogokan.

Berjalan mulus sesuai rencana. Tentu saja senyuman licik tampak jelas di bibir Lynn setelah melihat jumlah uang yang masuk di rekeningnya. Tak berlangsung lama, kerjasama atau penyogokan itu akhirnya terbongkar. Bank, rival Lynn dalam meraih beasiswa luar negeri jadi dalangnya. Sejumlah uang yang menggiurkan itu, mengantar Lynn kepada masalah yang harus meremukkan hati ayahnya, satu-satunya orang tua yang dimiliki Lynn.

Sekali saja menggiurkan tetap menggiurkan. Penawaran kembali dilakukan Pat dengan jumlah yang lebih tinggi. Tak ada rencana, tanpa strategi, tanpa pemikiran yang cerdas. ‘Percetakan Jujur ‘ di sanalah markas mereka, tempat pertukaran jawaban berlangsung.

Bukan Lynn, siswa  yang genius jika tak mampu mengerjakan bisnis ini dengan strategi yang matang. Menjalankan rencana yang mempunyai resiko besar membutuhkan kecerdasan, kecepatan, ketepatan, dan kerjasama dibutuhkan Lynn agar bisa berhasil jalankan misi.

STIC atau ujian Masuk Perguruan Tinggi Internasional, yang digunakan untuk mengambil program sarjana di U.S. Membuat Bank juga harus melakukan kesepakatan dengan Lynn, Pat, dan Grace. Jangkauan yang besar dan resiko besar pula.

Bad Genius, film ber-gendre comedy dan drama ini memperlihatkan betapa hebatnya uang menghalalkan segala cara, membutakan manusia melihat yang mana kecurangan dan dosa. Mencari klien, memberi jawaban dan menerima bayaran. Ujian  itu bisa membuat mereka mencetak uang dengan jumlah nilai yang besar dalam sehari, dengan rencana licik dan halus.

Menjadi murid yang terpintar tentu tidak cukup dengan nilai yang bagus saja. namun, perilaku yang baik dan terhormat juga harus dipunyai setiap pelajar. Tentu saja segala tindak kecurangan dalam proses belajar apalagi ujian adalah pelanggaran. Sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan tempat untuk menghasilkan uang. Karena “Murid lain juga punya kemampuan masing-masing” kata kepala sekolah Lynn. Selamat Menonton!

Renita Pausi Ardila

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris

Fakultas Ilmu Budaya

BACA JUGA