Follow

Tanah Syuhada

Editor: Ayu Lestari | Selasa, 02 Januari 2018 - 16:53 Wita | 134 Views

Pagi ini kami menemukan tuhan di antara reruntuhan

Isi bumi dan mata kami yang terbakar.

 

Hari ini, kembali dan selalu

Jasad berserakan termangu di bawah muka samudra

Cinta dan raga hidup bagai mati pun telah di punggung bayangan

 

Di penghujung tahun kami menghantarkan

Sanak saudara sendiri keperaduan abadi Sang khalik.

Pada deru genjatan dan bombardir itu,

Tangisan, raungan adalah nyali yang tercekik di sela getirnya kehidupan.

 

Sebelum pertanyaan-pertanyaan diajukan,

Dosa-dosa di masa lalu menjawab lebih cepat

Ketimbang mulut kami yang telah kering menderma ‘ampuni kami’

Rasa takut berulang kali menghidupkan kami yang sudah mati

 

“TUHAN.. Lenyapkan saja kami!!”

Tuhan menggeleng.

 

 

 

Sandrawali

Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Angkatan 2014

 

 

 

 

BACA JUGA