Follow

TBM Calcaneus Kedokteran Unhas Kirim Tim Medis ke Lokasi Gempa Lombok

Editor: admin | Kamis, 09 Agustus 2018 - 06:30 Wita | 126 Views
Tim Medis yang dikirim ke lokasi gempa Lombok. Foto: dokumentasi pribadi

Tim Bantuan Medis (TBM) Calcaneus Fakultas Kedokteran Unhas mengirimkan lima anggotanya ke lokasi gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/8). Mereka adalah tim medis emergency yang akan memberikan pengobatan bagi korban bencana gempa.

Tim medis emergency ini terdiri dari Nabil Ainun Sajid, dr. Udin Saputra Malik, dr. Ahmad Mikhail Ibrahim, Muh. Dzul Jalali, dan Widyasari Ibrahim.

Acara pelepasan berlangsung di Logistik TBM Calcaneus FK Unhas pada pukul 12.00 Wita. Menurut Nabil, setelah tiba di lokasi, mereka berkoordinasi dengan tim dokter Unhas yang sudah lebih dulu berada di lokasi.

“Lalu, dilanjutkan dengan menuju posko induk ACT (Aksi Cepat Tanggap) Mataram untuk melakukan rapat koordinasi mengenai pembagian tugas keesokan harinya,” tambah Nabil, Selasa (8/8).

Berdasarkan informasi terakhir, selain tenaga medis, korban gempa masih membutuhkan logistik seperti makanan, air bersih, dan juga alas tidur.

Oleh karena itu, Bantuan berupa matras atau alas tidur lain dapat disumbangkan melalui Gerakan 1000 Matras Korban Gempa Lombok di Sekretariat TBM Calcaneus FK Unhas, Student Centre Lt 1 FK Unhas, Kampus Unhas Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10, Makassar. Atau dapat juga dengan mendonasikan bantuan Anda melalui:

“Calcaneus for Humanity”
No. Rek: 152-00-8882999-5
Bank MANDIRI a.n TBM CALCANEUS FK UNHAS.

Bantuan akan dikirimkan dan diserahkan langsung oleh anggota tim medis di lokasi kepada korban bencana gempa.

Peristiwa gempa di Lombok menjadi perbincangan hangat di skala nasional. Tercatat per Kamis, 9 Agustus 2018 ada sebanyak 344 kali gempa dengan kekuatan yang hingga 7,0 SR.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan hingga Senin, 7 Agustus 2018 pukul 15.30 WIB, tercatat sudah 381 orang tewas, ratusan terluka dan ribuan warga mengungsi.

Penulis: Sri Hadriana

BACA JUGA