Follow

Tips Berekspresi tanpa Melanggar Aturan

Editor: Nor Hafizah | Sabtu, 07 Juli 2018 - 12:11 Wita | 122 Views
ilustrasi : Wandi Janwar

Unjuk rasa merupakan hal yang sangat dekat dengan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Hal itu dilakukan sebagai bentuk luapan ekspresi atas permasalahan, keraguan, atau pun mempertanyakan kebijakan. Sayangnya, tak jarang aksi yang dilakukan mahasiswa harus berujung bentrok.

Lalu, langkah apa saja yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menuangkan pendapat dan kritik tanpa melanggar aturan ataupun hak orang lain? ini beberapa tips dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unhas, Dr Ir Abdul Rasyid saat temui di ruangannya.

  1. Menulis

“Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari,”kata Pramoedya Ananta Toer.

Menulis adalah cara untuk mengekspresikan diri. Melalui tulisan segala pikiran, pendapat, dan argumen dapat tersampaikan dengan baik. Lebih dari itu, mengkritik melalui tulisan berarti mengkritik lewat karya.

Di dunia kampus, mahasiswa dapat mengirim tulisannya ke lembaga – lembaga pers mahasiswa, yang nantinya akan diterbitkan baik dalam bentuk cetak (koran) maupun online (website). Tak hanya itu, ketika mengkritik melalui tulisan telah menjadi kebiasaan, tulisan Anda bisa saja dimuat dalam media nasional. Bukankah hal itu sangat elegan?

  1. Membuat Dialog Ilmiah

Abdul Rasyid mengungkapkan bahwa tips kedua adalah dengan melakukan diskusi. Kunci untuk menyelesaikan masalah ialah komunikasi, karena tak jarang saat ada masalah, mahasiswa hanya mendiamkan dan membiarkan hal tersebut berlalu . Jika lebih berinisiatif, maka masalah tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan diskusi dengan pihak – pihak yang memiliki kapabilitas terkait dengan masalah yang dihadapi.

“Mahasiswa juga bisa mencoba membuat semacam dialog, misalnya, di fakultas ada yang mandeg ya bikin dialog ilmiah, sehingga keran – keran (red: permasalahan) bisa mengalir,” terang dosen Kelautan ini.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa, terlebih dahulu kita harus pandai mengidentifikasi masalah, agar kita dapat mengundang pihak – pihak yang dapat menjawab atau bahkan mencari jawaban bersama pihak yang bersangkutan melalui diskusi – diskusi.

“Ketika ada hal yang mengganjal kita harus mengidentifikasi apa masalahnya. Kalau masalahnya menyangkut akademik maka kita bertanya pada orang yang terkait dengan akademik. Silahkan undang mereka untuk berdiskusi dan kemudian bersama-sama memikirkan solusi,” tambahnya.

  1. Aksi

Melakukan aksi atau pun unjuk rasa bukan lah hal yang salah. Setiap orang memang memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan segala bentuk perasaannya. Namun, yang dikhawatirkan jangan sampai perbuatan tersebut dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

Untuk itu, WR III menyampaikan agar para pelaku aksi khususnya mahasiswa Unhas agar memperhatikan kepentingan-kepentingan orang lain dalam melakukan aksi.

“Aksi itu harus dilakukan dengan melihat kepentingan-kepentingan yang lain. Sebaiknya sebelum aksi, mahasiswa harus melakukan kajian yang matang. Misalnya ingin aksi soal X, nah mahasiswa harus banyak bertanya dulu, apa itu X, bagaimana itu X,” pungkasnya.

Reporter: Khintan

 

 

BACA JUGA