Follow

Aksi Tolak PR Ormawa Ricuh, Ini Kronologinya

Editor: Khintan | Rabu, 14 November 2018 - 18:19 Wita | 590 Views
Ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar aksi di depan Gedung Rektorat Unhas pukul 12.20 Wita, Rabu (14/11). Foto: Syahrir/Identitas.

Ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar aksi di depan Gedung Rektorat Unhas pukul 12.20 Wita, Rabu (14/11). Mereka tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Unhas Tolak Peraturan Rektor Organisasi Mahasiswa (PR Ormawa).

Setelah 30 menit menunggu, Rektor Unhas, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof Dr drg A Arsunan Arsin M Kes akhirnya menemui mereka. Selanjutnya, mahasiswa aksi pun membacakan kronologi pembuatan PR Ormawa sekaligus tuntutan mereka.

“Kami keberatan dan merasa dirugikan dengan adanya Ormawa yang cacat secara formil (pembuatan) sehingga berdampak pada materiilnya (isinya). Maka kami menuntut untuk ditinjau kembali dengan memperhatikan asas keterbukaan dan segala aspek pembentuk peraturan,” papar salah satu mahasiswa aksi.

Selang beberapa saat, Dwia meminta beberapa mahasiswa aksi membuka penutup muka mereka. Namun mereka menolak. Tak ayal, Dwia mendatangi mahasiswa tersebut.

Kemudian, Satuan Pengamanan (Satpam) Unhas yang mendampinginya bersenggolan dengan beberapa mahasiswa. Hal itu yang akhirnya memicu kericuhan.

Salah satu Koordinator Aksi, Caesar Islami Wahidin menjadi korban pemukulan oleh Satpam. Sedang mahasiswa aksi yang lain disemproti alat pemadam api ringan oleh lelaki yang mengenakan baju kaos.

Meski begitu, suasana yang sempat ricuh itu dapat kembali terkontrol. Pihak mahasiswa dan rektorat mau duduk untuk saling mendengarkan aspirasi.

Setelah mendengar keluh kesah mahasiswa, salah satunya, terkait WR III yang tidak ingin menandatangani SK kepengurusan lembaga kemahasiswaan. Sebab mahasiswa menolak kebijakan Rektorat terkait PR Ormawa. Setelah itu, Dwia mengatur jadwal untuk mendiskusikan PR Ormawa ini bersama perwakilan mahasiswa aksi.

“Mulai hari ini kita membentuk dan mengevaluasi kronologi. Tanggal 23 November 2018 nanti kita bertemu. Pada saat itu, sudah ada hasil dari evaluasi tersebut. Untuk permulaannya, besok kita sudah mulai mengevaluasi data dan fakta – fakta. Kita ketemu selesai salat Jumat (16/11), saya minta perwakilan kalian,” kata Dwia yang duduk berhadapan langsung dengan mahasiswa aksi.

M05

BACA JUGA