Aku Hanyalah Seorang Wanita

Aku hanyalah seorang wanita…

Sosok unik yang terwujud dari sebilah potongan rusuk

Tak berarti apa-apa tanpa linangan air mata


Aku hanyalah seorang wanita…

Bersama Mu aku riak tuk sujud syukur

Tanpa kasih sayang Mu, aku bukanlah siapa-siapa

Tanpa uluran tangan Mu, aku hanyalah sebilah rusuk yang malang


Aku hanyalah seorang wanita…

Di rahim inilah generasi-generasi kita kan muncul

Di tangan inilah mereka kan tumbuh bersemi dan bersemayam di sini


Aku hanyalah seorang wanita…

Berusaha tuk kunjung tegar

Berusaha tuk tumbuh tegap di kaki sendiri

Bersama rangkulan tiap badai yang datang kian kemari hingga detik berlalu

Penulis: Melika Nur Jihan,
merupakan mahasiswa Antropologi Sosial,
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
angkatan 2018.

No comments

LEAVE A COMMENT