© Copyright Identitas 2020
 

Begadang Sumber Penyakit Tubuh Kita

Oleh : Melika Nurjihan

“Apa yang terjadi bila kerja keras yang kita pupuk di usia muda tak dapat kita tuai di hari mendatang?”

Kisah kematian mahasiswi asal Negara Tirai Bambu, Xiao Jia, 23 tahun dapat menjadi cerminan kita. Ketika saya melihat informasi mengenai dirinya di sebuah postingan instagram, saya begitu terkejut. Saya tak menyangka, Xiao Jia kehilangan nyawa karena keseringan begadang. Aktivitas umum itu teramat sering kita lakukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang terbilang mendesak. Singkatnya, akibat begadang Xiao Jia, terkena kanker hati stadium akhir. Awalnya saya meragukan informasi itu. Saya kemudian mengecek kebenarannya di google. Rupanya, kabar itu benar adanya, saya melihat berita kematiannya di portal berita Tribunnews.

Semuannya berawal saat Xiao Jia berhasil berkuliah di universitas impiannya di China, dengan bantuan beasiswa. Xiao Jia memang berasal dari keluarga kurang berada, sehingga ia belajar begitu giat bahkan hingga tengah malam, ia masih terduduk di temani cahaya lampu kamar. Sayang, Ia tak menyadari, pola belajar yang dilakukannya terlalu membebani tubuhnya. Hingga akhirnya efek begadang memberi sinyal pada tubuhnya berupa rasa sakit, nyeri hebat di bagian perut dan dibarengi gangguan siklus menstruasi. Kian hari, perut Xiao Jia mengalami pembengkakan layaknya wanita hamil. Awalnya, ia berpikir dirinya tengah hamil. Saat mendapat diagnosa dokter, ia terkejut dokter menyimpulkan pembengkakan berasal dari penumpukan cairan yang tidak normal di bagian perut. Cairan itu bukanlah penyebab utama dia merasakan sakit, melainkan adanya kanker hati yang tak dapat ditolong lagi.

Seketika saya termenung, apa jadinya bila nasib serupa menimpa saya? Saya pun teramat sering begadang. Beberapa kali saya pernah jatuh sakit karena kurang tidur. Beruntung saya masih diberi kesempatan memperbaiki pola tidur saya yang terbilang kacau. Seperti saran Dr. Lawrence J. Epstein, direktur medis dari Pusat Kesehatan Tidur yang berafiliasi dengan Harvard University, ia menyatakan jika utang tidur sudah telanjur menumpuk, kita perlu melunasi utang jangka pendeknya terlebih dulu.

Kita yang belum merasakan efek langsung dari begadang, mungkin masih akan menyepelekannya. Merasa jika nasib malang seperti dialami Xiao Jia, hanya akan dirasakan sebagian kecil orang yang sering begadang saja. Tapi itu pemikiran yang menipu, beberapa referensi medis telah memberikan penjelasan lebih jauh mengenai efek buruk dari begadang. Kebiasaan begadang hanya akan terus membawa efek-efek negatif, menumpuknya dan menciptakannya jadi penyakit. Tubuh pun perlahan akan memperlihatkan efek negatif saat kehilangan jam tidur. Efek jangka pendeknya seperti otak akan bekerja lambat menyimpan informasi sehingga sulit berpikir juga mengingat, melemahkan sistem pertahanan tubuh sehingga tubuh rentan sakit, penglihatan pun akan memburuk.

Efek jangka pendek ini masih dapat diatasi dengan tidur cukup. Berbeda dengan efek jangka panjang yang ditimbulkan. Membuat hormon Ghrelin dan Leptin (pengatur nafsu makan) bekerja tidak teratur hingga mengakibatkan obesitas. Begadang juga membuat pankreas memproduksi hormon insulin secara terus menerus. Insulin berfungsi mengatur penggunaan glukosa dalam tubuh sehingga glukosa dapat terurai menjadi energi. Jika pankreas bekerja secara terus-menerus, fungsi pankreas akan mengalami penurunan hingga kadar glukosa dalam tubuh tak dapat dikendalikan dan akan memicu penyakit diabetes.

Bagi orang yang terbiasa begadang, mengubah waktu tidur menjadi normal akan terasa sulit dan butuh proses yang tak instan. Hal ini karena tubuh perlu menyesuaikan peralihan jadwal.Tapi kesulitan ini perlahan dapat diatasi, bila seseorang dapat disiplin dan terus berusaha tidur lebih awal, hingga jam tidur yang dibuat dapat menjadi kebiasaan tidur kita. Kita pun perlu memperhatikan agar jadwal tidur normal yang kita rencanakan tidak menjadi berantakan. Lakukanlah beberapa tips yang dapat membantu kita agar dapat cepat tertidur pulas. Tips saya sendiri yaitu tidak mengonsumsi minuman berkafein, membaca buku sebelum tidur, minum air hangat, serta mematikan handphone dan lampu kamar. Terakhir memastikan suhu kamar bersahabat. Suhu yang terlalu panas dan dingin tak bisa membuat seseorang tidur dengan lelap.

Semoga Kisah Xiao Jia menyadarkan kita, pentingnya menjaga kesehatan tubuh karena seyogyanya kesehatan adalah hadiah yang sangat bernilai yang diberikan sang kuasa untuk dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan sampai, kita kehilangan kesempatan menikmati kerja keras di usia muda karena terlalu membebani tubuh. Olehnya aktivitas harus dibarengi dengan istirahat yang cukup, agar fisik dapat sehat dan bugar. Mari tetap menjaga tubuh agar tetap sehat selain mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secukupnya, juga tidak membebani tubuh dengan melakukan pekerjaan di luar batas waktu dan kemampuan kita. Pekerjaan memang penting, tetapi jangan sampai tenaga kita terkuras sampai habis hingga jatuh sakit.

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Antropologi

Angkatan 2018

 

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT