Belajar Keajaiban Sedekah di Kroasia

Perjalanan saya menuju Zagreb, Ibu Kota Kroasia merupakan hal yang tak terencana, namun menjadi salah satu bepergian yang tak akan pernah terlupakan. Bersama dengan Arif awalnya bersepakat hanya mengunjungi Ljubljana. Namun, di tengah perjalanan menikmati old town Ljubljana, kami melihat sebuah flyer promosi tentang kunjungan ke Zagreb. Flyer tersebut mengatakan kami hanya butuh waktu dua jam, untuk bisa mengunjungi Zagreb dari Ljubljana.

Awalnya kami mencoba peruntungan untuk membeli tiket bis, karena harganya lebih murah. Namun bila menggunakan bis, waktu jelajah akan berkurang. Akhirnya opsi jatuh pada pilihan naik kereta api. Harga tiket kereta per dua orang adalah 30 euro untuk pulang pergi. Ketika kereta datang, waktu telah menunjukkan pukul 13.00. Kami hanya punya waktu 4 jam di Zagreb dan mengambil kereta terakhir ke Ljubljana pukul 20.00.

Perjalanan ke Zagreb, kami melewati pegunungan Alpen yang sangat indah. Terhampar pegunungan dan sungai dengan air yang sangat jernih. Kompartemen kereta bersih dan hanya diisi oleh kami berdua. Sang kondektur juga memeriksa paspor, dan memberikan cap bahwa kami masuk negara Kroasia menggunakan kereta.

Setibanya di Stasiun Glavni Kolodvor, waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Kami pun bergegas turun dari kereta untuk segera melihat keadaan kota ini. Patung King Tomislav berdiri gagah menyambut kami. Kami pun segera  menukar uang euro yang kami punya dengan mata uang negara Kroasia, yaitu Kuna. 10 euro kami pun bertukar dengan 60 kuna.

Karena waktu yang terbatas, kami segera menuju tempat-tempat yang direkomendasikan oleh Google. Daerah pertama yang kami datangi adalah Old Town Zagreb. Ditemani sepotong jagung bakar kami berkeliling Old Town. Sama seperti turis lainnya, kami tak lupa membeli oleh-oleh. Tanpa terasa uang kuna di kantong hanya tersisa 22 kuna.

Matahari pun mulai turun dari peraduannya, kami bergegas menuju ke Lotrščak Tower. Sebuah menara yang dibangun sejak abad ke-13 sebagai penjaga gerbang selatan kota Gradec. Menara ini terkenal karena setiap hari jam 12 siang ada kanon yang ditembakkan dan menjadi landmark di kota ini.

Di luar Lotrščak Tower kami mendengar alunan gitar dari seorang pria tua yang ditemani oleh istrinya. Lebih dari lima menit kami hanya diam mematung dan mendengar alunan musiknya. ‘All you need is lova’ kata di dalam kotaknya. Akhirnya kami memberi uang koin 2 kuna ke dalam kotak gitarnya. Ia tersenyum dan berterima kasih.

Setelah itu kami masuk ke dalam auditorium Menara Lotrščak untuk naik ke atas menara. Namun kami tidak tahu bahwa untuk naik ke atas menara, kami diharuskan membayar 20 kuna per orang. Sedangkan uang di kantong hanya tersisa 20 kuna. Tak ada waktu lagi untuk menukar euro dengan kuna. Kami pun segera berdiskusi siapa yang harus naik ke atas menara.

Setelah menentukan siapa yang akan naik, saya pun menyerahkan satu lembar 20 kuna. Sang petugas mengatakan “20 kuna for each person”. Saya pun menjawab “this is our last kuna, so we just buy one ticket,” kataku. Lalu tanpa disangka petugas mengatakan “both of you can go upstairs, just pay 20 kuna,”.. Alhamdulillah, dua kuna yang kami keluarkan untuk pengamen di depan tower langsung dibayar tuntas setelahnya. Masih merinding kalau  teringat kejadian ini.

Di Menara Lotrščak kami menikmati matahari terbenam. Pemandangan Kota Zagreb dari ketinggian pun ternyata menakjubkan. Sayang, kami harus segera turun karena menara ditutup jam 6 sore.

 Depan Menara Lotrščak, tiba-tiba pria tua menyapa kami dengan ramah. “Where are you from?” katanya. Saya dan Arif pun menjawab bersamaan, “We are from Indonesia.” Ia pun langsung menjawab , “Ah, you guys must know Soekarno, right? I read a lot about him, you had good president,” ucapnya. Kami pun menyempatkan diri bercerita. Namun karena waktu yang sempit, kami pun berpamitan dan bergegas menuju stasiun.

Setibanya di stasiun, tak perlu menunggu waktu lama, kereta pun datang dan membawa kami pulang ke Ljubljana malam itu. Perjalanan 4 jam yang singkat namun berkesan selama di Zagreb.

Penulis : Atrasina Adlina merupakan alumnus Ilmu Kelautan 2008,

dan Senior PK identitas Unhas.

Share Post
Written by

aris4lar@gmail.com

No comments

LEAVE A COMMENT