Follow

Beri Wadah Pengembangan Ilmu, FKG Kirim 2 Mahasiswi ke Jepang

Editor: Wandi Janwar | Kamis, 23 Januari 2020 - 10:03 Wita | 81 Views
Dokumentasi Pribadi

Dua mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas) berkesempatan mengikuti Program Okayama University Dental School Short Term Study Abroad for Undergraduate Students. Kedua mahasiswi tersebut adalah Filzah Azalia dan Amirah Rizkyanti Syamsul

Program yang lebih dikenal dengan sebutan Odapus ini telah dimulai sejak 13 Januari 2020 dan akan berlangsung hingga 2 Februari 2020. Setiap tahun, FKG Unhas mengirimkan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari program pertukaran dengan Okayama University di Jepang.

Selain mahasiswa, FKG juga mengirimkan dosen muda untuk mengikuti Sakura Program, yang menjadi bagian dari Odapus. Tiga dosen yang dikirim adalah drg Acing Habibie Mude PhD, drg Zilal Islamy Paramma Sp Ort, dan drg Syakriani Sp KGA.

Dekan FKG Unhas, drg Muhammad Ruslin M Kes PhD Sp BM(K) menuturkan bahwa program ini sangat positif bagi mahasiswa untuk melihat sistem edukasi dan kehidupan kemahasiswaan di Jepang. Dengan demikian, mahasiswa dan dosen yang mengikuti program tersebut diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas dan berperspektif global.

“Ini adalah tahun kedelapan kami menyelenggarakan program ini.  Mahasiswa bisa berinteraksi dalam sistem perkuliahan maupun kehidupan akademik di Jepang. Selain berdampak pada perspektif personal tentang dinamika global, kegiatan ini juga membuka jaringan yang lebih luas,” kata Ruslin dalam rilis  yang diterima identitas.

Lebih lanjut, Ruslin mengatakan bahwa selain memberikan wadah pengembangan ilmu kepada mahasiswa melalui program ini, ia juga memberi peluang bagi dosen muda FKG Unhas yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

“Tiap tahunnya FKG Unhas mengirim dua sampai tiga orang dosen di kegiatan ini. Saat ini, sudah sepuluh dosen muda FKG Unhas yang telah mengikuti program tersebut,” kata Ruslin.

Koordinator kegiatan, drg Acing Habibie Mude PhD menambahkan, selama mengikuti program tersebut, para peserta akan bergabung dengan dosen maupun mahasiswa dari negara lain seperti Brazil dan Vietnam.

“Mereka mendapatkan kesempatan untuk observasi pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Rumah Sakit Universitas, ikut dalam kuliah yang terjadwal setiap hari, mendapatkan kesempatan  melihat dan mecoba alat-alat penelitian, dan melihat secara dekat budaya Jepang dalam kegiatan di akhir pekan,” jelas Acing.

Wandi Janwar

BACA JUGA