Carut Marut Aturan Stikerisasi Kendaraan

Unhas berinovasi menempelkan stiker hologram dan entry pass untuk mengatur kendaraan yang masuk kampus. Nyatanya, kendaraan tanpa tanda pengenal tetap lalu lalang.

Sebuah mobil dengan stiker merah tulisan Universitas Hasanuddin melintasi kampus. Kendaraan milik Dr. Tasrifin Tahara, M.Si memang jarang masuk Unhas karena kuliah dilakukan secara daring. Namun, ia heran mengapa saat mobilnya lewat tidak mengalami pemeriksaan di pintu satu Unhas.

Padahal, Direktur Komunikasi Unhas Suharman Hamzah PhD menyatakan kepada bahwa kendaraan yang masuk kampus harus memiliki tanda pengenal berupa stiker hologram ataupun entry pass. Selain itu, akan diawasi ketat oleh Satpam mengenai penerapannya di lapangan dikutip dari rilis yang diterima, Rabu (15/07).  

Sayangnya penerapan kebijakan ini tidak terealisasi dengan baik. Hal sama juga dirasakan oleh Abdul Azis STP M.Si. Ia mengatakan penanda stiker merah untuk dosen sudah lama diberlakukan.

Dosen Jurusan Teknik Pertanian ini menjelaskan dalam seminggu ia ke kampus sekitar tiga sampai empat kali. Awalnya, kendaraan beliau diperiksa namun akhir-akhir ini sudah tidak pernah lagi.

“Di awal pemberlakuannya pada Juli lalu sempat diperiksa, namun setelah memasang stiker merah di bulan itu juga tidak pernah lagi diperiksa setiap kali ke kampus,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (29/10).

Tak hanya dari kalangan dosen, supir pete-pete yang masuk kampus pun mempertanyakan penerapan aturan ini. Mohammad Aris, supir yang ditemui di sekretariat Koperasi Angkutan Mahasiswa dan Umum mengatakan sampai hari ini mobilnya tidak ditempeli stiker.

 “Dulu saya memang dengar akan ada stiker yang mau dipasang di pete-pete supaya bisa masuk di kampus. Tapi katanya ada kendala. Saya tidak tau terkendala apa,” katanya saat diwawancarai Kamis, (24/09).

Dokumentasi humas

BACA JUGA: Menilik Kabar ‘Apartemen Biru’ Unhas di Masa Pandemi

Keterangan lainnya datang dari Idawati yang bekerja sebagai cleaning service di Unhas. Ida sehari-harinya menggunakan pete-pete 05 sebagai alat transportasi ke kampus. Tapi, ia tidak pernah diperiksa karena sudah dikenal oleh satpam. Padahal sejak awal pandemi, Ida juga sudah mengantongi entry pass berwarna hijau.

Dari kalangan mahasiswa, Andi Fadel Muhammad Haris mengatakan tidak mengetahui kalau ada pemeriksaan kendaraan. “Saya sendiri tidak pernah diperiksa dan tidak diberikan stiker. Padahal saya sering ke kampus mengurus kegiatan kemahasiswaan,” ucap mahasiswa Fakultas Kehutanan ini.

Bagi Fadel, penerapan kebijakan stikerisasi kendaraan seperti ini akan kurang efektif lantaran banyaknya warga lokal yang tinggal di sekitaran Kampus Unhas Tamalanrea.

Menilik banyaknya respon yang dilayangkan terhadap aturan stikerisasi kendaraan di lapangan, Kepala Biro Administrasi Umum  Drs Jursum MM mengungkapkan bahwa pendistribusian stiker hologram yang ditujukan untuk dosen dan pegawai sudah dilakukan di tiap fakultas.

Untuk tahap penerapan stikerisasi ini, Jusrum mengarahkan ke satpam untuk tahap realisasinya. “Yang jelas kami sudah siapkan ini (stiker),” jelasnya

“Sejak Juli lalu, sudah tersebar mi juga itu stiker. Sedangkan untuk mahasiswa belum dilakukan karena masih banyak yang ada di kampung. Masyarakat sekitar akan diberikan kartu dan supir pete-pete juga ada stikernya,” ungkap Jusrum.

BACA JUGA: Mengabdi dalam Jaringan

Dikonfirmasi lebih lanjut tentang penerapan aturan ini di lapangan, Kepala Satpam Unhas angkat bicara. Sukono mengakui memang selama ini belum maksimal melakukan pemeriksaan kendaraan di Pintu Satu Unhas.

Ia mengatakan aturan ini belum resmi direalisasikan. Kebijakan memasang stiker untuk kendaraan yang masuk dan keluar kampus memang sempat diterapkan ketika lagi marak-maraknya perbincangan pandemi Covid-19 di lingkungan Unhas.

Sayangnya, sampai saat ini tidak dilakukan. “Memang kebijakan ini sempat diterapkan tetapi hanya sebatas sosialisasi saja. Hal itu terjadi ketika ramai- ramainya pandemi,” jelas Sukono.

Sukono menambahkan pihak satpam belum mengetahui kapan pengaplikasiannya. Timnya hanya menunggu arahan dari pimpinan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan. “Karena tidak ada pi arahan dari atas. Coba perjelas di bagian perlengkapan mengenai aturannya,” tutup Sukono saat dihubungi via telepon, Rabu (28/10).

Penertiban kendaraan yang masuk kampus tetap hanya wacana. Unhas membagikan stiker tanpa melakukan pemeriksaan kendaraan. Terjadi saling lempar tanggungjawab antar para pemangku kebijakan dan satpam.

Sal, M121/ Ask

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT