Follow

Chistopher Robin, antara Kebahagiaan dan Pekerjaan

Editor: Khintan | Sabtu, 29 Desember 2018 - 15:22 Wita | 102 Views
Istimewa

Disney kembali mempersembahkan film live-action bergenre petualangan drama dan komedi. Film ini menceritakan seorang anak kecil yang penuh imajinasi, Chistopher Robin dan teman-temanya; Pooh, Piglet, Eeyore dan Tiger.

Christopher Robin yang diperankan Ewan McGregor sering bermain di negeri Hundred Acre Wood. Untuk sampai ke sana, ia mesti melewati pintu kecil di bawah pohon besar yang berada di belakang rumahnya. Di sana ia memiliki banyak teman boneka seperti Pooh, Piglet, Eeyore, dan Tiger. Setelah sekian lama, mereka akhirnya memiliki ikatan pertemanan yang sangat kuat.

Akan tetapi, suatu hari, Christopher harus ikut dengan kedua orang tuanya ke London dan meninggalkan semua teman-temannya itu di Amerika. Sehari sebelum berangkat, teman-temannya di negeri Hundred membuat pesta selamat tinggal untuk Christopher. Meski sedih, toh mereka harus tetap melepaskan Christopher. Saat itu, Christopher kecil berjanji tak akan pernah melupakan teman-temannya itu.

Seiring berjalannya waktu, Chistopher Robin menjadi seorang pria paruh baya yang telah berkeluarga dan penggila kerja. Ia bekerja di sebuah perusahaan koper yang membuat dirinya sibuk, hingga memori akan negeri Hundred dan teman semasa kecilnya sirna secara perlahan. Bahkan dia jarang menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya di rumah.

Suatu ketika, Chistopher dan istri yang dimainkan Hayley Atwell serta anak semata wayangnya, Madeline yang diperankan Bronte Carmichael ingin menghabiskan waktu natal di Amerika, Rumah Christoper semasa kecil. Tapi itu terkendala dengan pekerjaan yang tiba-tiba dialih tanggung jawabkan ke dia.

“Aku harus bekerja untuk masa depan kita agar lebih baik. Impian itu tidak gratis, harus bekerja keras, diam saja tidak akan dapat apapun,” ucap Chistopher kepada istri dan anaknya.

***

Di sisi lain, Pooh terbangun dari tidurnya karena kelaparan. Sayangnya, persediaan madu telah habis, maka berniatlah Pooh untuk meminta madu kepada sahabat-sahabatnya. Alangkah terkejutnya Pooh melihat suasana pagi itu di negeri Hundred yang dipenuhi dengan kabut.

Dan Pooh tidak tahu kemana teman-temannya. Sampai akhirnya Pooh teringat akan sosok Chistopher Robin. Pooh kemudian menatap sebuah pohon, di mana terdapat pintu kecil tempat masuk dan keluarnya Chistopher dulu. Karena merasa sangat merindukan sosok Chistopher dan ingin meminta bantuannya untuk mencari sahabatnya. Pooh pun ingin mencari Chistopher di balik pintu tersebut dan berharap bisa bertemu lagi dengan teman kecilnya itu.

“Mau maju atau mundur. Aku rasa harus maju untuk mencari semua orang, atau bantu yang lain untuk mencariku, itulah tata cara mencari,” ucap Pooh yang sempat ragu untuk mencari Chistopher. Ia pun keluar dari pintu tersebut dan didapatinya sebuah kursi panjang yang tepat berada di tengah taman.

Setelah bertemu Chistopher yang selalu membawa kopor kerjanya, Pooh malah hanya dibawa pulang ke negeri Hundred. Sempat tidak ingin mambantu Pooh, Chistopher sempat teringat masa kecilnya dan merasa kasihan pada Pooh, maka ikutlah ia ke negeri Hundred.

Petualangan pun dimulai seperti masa dulu di mana Christopher menjelajahi negeri Hundred untuk mencari sahabat bonekanya. Kecerian datang kembali pada Chistopher dan para sahabat semasa kecilnya.

Akan tetapi, kebahagiaan itu ternyata hanya bertahan sementara. Chistopher kembali lagi mengingat pekerjaan. Dia pun dengan cepat meninggalkan sahabat kecilnya. Ia sempat bertemu dengan anak dan istrinya, tapi pekerjaan menuntutnya harus cepat pergi dari Amerika.

Alangkah sialnya, berkas penting yang ada di kopernya tercecer di Hundred. Tiger telah mengisi koper itu dengan ranting-ranting pohon. Pooh, Piglet, Eeyore dan Tiger berniat mengembalikan berkas tersebut dan merekapun bertemu dengan Madeline, anak semata wayang Chistopher.

Mereka kemudian sama-sama melakukan perjalanan ke London menuju tempat ayahnya bekerja. Sedangkan ibu Madeline sibuk mencarinya. Maka pergi lah ia bertemu dengan suaminya, Chistopher, untuk memberitahukan bahwa Madeline menghilang.

Untuk kedua kalinya Chistopher dihadapkan dengan dua pilihan. Pekerjaannya yang terancam hilang atau pergi mencari anaknya yang hilang. Kali ini dia lebih memilih keluarganya dan pergi meninggalkan pekerjaannya.

Didapatilah Madeline bersama sahabat bonekanya dan selembar kertas bahan presentasi kerjanya. Sedangkan sebagian kertas lainnya telah terbawa angin karena Madeline sempat terpeleset. Melihat usaha Madeline yang membawa berkasnya, Chistopher pun merasa sangat bersalah dan berjanji akan menjadi ayah seperti yang diharapkan. Sambil memeluk anaknya, dia pun memandang selembaran kertas tadi dan dengan seketika dia mendaptkan ide yang nantinya dapat bermanfaat untuk perusahaan tempat dia bekerja.

Film yang diproduseri Brigham Taylor dan Kristin Burr ini sangat cocok dinikmati oleh semua kalangan. Dari film ini juga ada banyak pesan moral yang disajikan, salah satunya mengingatkan kita akan pentingnya sahabat dan keluarga di atas segalanya, bahkan karir.

Judul Film                  : Christopher Robin

Sutradara                   : Marc Forster

Produser                    : Brigham Taylor dan Kritin Burr

Rumah Produksi       : Walt Dusney Pictures

Tayang                       : 20 Juli 2018

Santika

BACA JUGA