Desain Pembangunan Hotel Unhas

Konsep green building dipadukan dengan kekhasan gedung yang ada di Kampus Merah menjadi pilihan rupa dari Training Center dan Hotel Unhas.

Perwajahan proyek di lahan seluas kurang lebih dua hektar ditangani PT Praprimadani Pratama setelah mengalahkan 19 peserta, yang ikut berkompetisi dalam lelang terbuka kategori jasa konsultasi badan usaha yang diadakan Unhas pada awal tahun 2020, dengan biaya desain Rp 979.700.700,00. Tim desain tersebut terdiri dari Ir Marzuki Mahdis (team leader), Nasrullah ST MT (ahli arsitek), Ir H M Jufri Yusuf (ahli sipil) dan empat orang drafter atau juru gambar.

Konsep dan desain bangunan setinggi delapan lantai ini menurut Mursyid Mustafa, Pemilik PT Praprimadani Pratama, dibuat dengan tetap memperhatikan kekhasan gedung yang ada di Unhas, sebagai satu kesatuan yang mencirikan kampus merah. Selain itu, desainnya menggunakan konsep green building untuk mengintegrasikan Unhas sebagai ruang terbuka hijau.

Unhas sendiri menurut Mursyid telah mengajukan permintaan desain khusus kepada pihaknya, salah satunya penambahan desain tradisional. “Kita juga diminta menambahkan desain tradisional  di beberapa sudut. Hasilnya, kami tambahkan atap rumah kayu bugis Makassar di bagian depan, yang juga menyerupai atap di Rektorat Unhas, dan juga ada ornamen wala suji di pilar dan bagian dinding,” terang Mursyid saat ditemui di kantornya, Senin (16/11).

Beberapa fasilitas pun akan disediakan di lantai seluas 11.082,10 m2 ini, seperti di semi basement, akan dibuat parkiran yang bisa memuat 53 unit mobil dan 20 unit motor. Tak hanya itu, di lantai ini juga akan dilengkapi ruang penunjang karyawan, dapur, ruang security, gudang, dan beberapa ruang teknis.

Lebih jauh Mursyid membeberkan fasilitas yang akan dibangun di tiap lantai hotel. Seperti di lantai satu, selain terdapat lobi, dan receptionist, nantinya akan ada ballroom dengan kapasitas 1000 orang, lengkap dengan break lounge, apotek, minimarket, dan dua lounge, serta satu VIP lounge.

Lantai dua, akan dibuat banyak fasilitas penunjang, mulai dari ruang meeting sebanyak empatdengan kapasitas 30 orang setiap ruangan, Gym, salon kecantikan, balkon, musala, bar dan restoran. Di lantai tiga, baru ada fasilitas kamar inap. Tepatnya terdapat 15 Standard room dan dua junior suite room. Sedangkan di lantai empat, lima dan enam masing-masingnya terdapat 15 standard room dan dua junior suite room. Lantai tujuh diperuntukan presidential suite room VVIP, empat executive suite room, dua junior suite room dan empat  standard room. Terakhir, roof top akan difungsikan jadi tempat tank air bersih, ruang servis air conditioner dan juga panel surya.

Berdasarkan rencana anggaran biaya yang diperoleh identitas dari PT Praprimadani Pratama, dana tahap kedua pengerjaan arsitektur akan menghabiskan anggaran Rp 40.509.006.000,00 dan tahap ketiga untuk pengerjaan mekanikal dan elektrikal membutuhkan anggaran Rp 26.931.100,000,00.  

Selain itu, Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Makassar ini juga menerangkan dalam pembangunan Training Center dan Hotel Unhas, tak lepas dari kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang dilakukan tim Unhas. “Dari pihak Unhas banyak membuat tim, salah satunya tim Amdal. Dari sana tidak ditemukan dampak lingkungan, kecuali dampak dari beberapa pohon yang ditebang,” jelasnya.

Pembuangan limbah cair menurut lulusan doktor arsitek Unhas ini ikut dipikirkan, dan rencananya ke depan limbah cair yang dihasilkan hotel akan dibuang ke danau, setelah melalui proses filter terlebih dahulu, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

Selain membangun Training Center dan Hotel, Gedung Pertemuan Ilmiah juga direncanakan akan mendapat pemugaran dengan manambahkan Guest House, yang nantinya akan terhubung langsung dengan hotel menggunakan jembatan penghubung “Gedung Pertemuan Ilmiah akan kita upgrade. Akan dijadikan gedung berlantai dua dengan guest house di sekelilingnya. Itu disiapkan untuk peneliti-peneliti yang hendak melakukan kerja sama dengan Unhas. Agar kemudian mereka tidak merasa tinggal di hotel, tetapi merasa di apartemen,” Jelasnya.

Ke depannya Mursyid berharap pembangunan Training Center dan Hotel Unhas yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 100.854.639.000,00 ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kegiatan kampus, dan juga masyarakat umum.

Setelah pembangunan tahap pertama rampung, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur, Prof Dr Ir Sumbangan Baja MPhil mengatakan Unhas akan kembali membuka lelang untuk pengerjaan tahap pembangunan selanjutnya, dan akan mengevaluasi aspek kerja di tahap pertama ini.“Barang kali kalau ada perusahaan yang lebih bagus dari PT Adhy Prima Mandiri Persada, kenapa tidak. Intinya kami menekankan mencari yang profesional,” tutur Dekan Fakulas Pertanian periode 2014-2018 ini, Jumat (12/11).

Tim Laput

Written by

urwatulwutsqaa@gmail.com

No comments

LEAVE A COMMENT