Follow

Direktur Alumni dan Penyiapan Karir: Kita Butuh Lulusan dengan Kemampuan Milenial

Editor: Khintan | Kamis, 24 Januari 2019 - 20:51 Wita | 166 Views
Foto: Arisal/Identitas

Persiapan merupakan salah satu hal yang harus ada dalam melakukan suatu kegiatan apalagi mengambil suatu kebijakan. Diberlakukannya SKPI bagi mahasiswa pun perlu memiliki persiapan yang matang. Mulai dari kesiapan mahasiswa hingga pembuat kebijakan. Lalu, hal apa saja yang perlu mahasiswa persiapkan dan apa yang sudah pihak pembuat kebijakan siapkan dalam menjalankan atau menerapkan SKPI? Berikut kutipan wawancara reporter identitas, Muh.Arwinsyah bersama Direktur Alumni dan Penyiapan Karir Unhas, Dr Abdullah Sanusi, MBA, Jumat (4/1).

  1. Apa saja yang perlu mahasiswa persiapkan untuk mendapatkan SKPI?

Yang pertama kita sudah tahu fungsinya SKPI yaitu sebagai surat pendamping ijazah. Kalau ijazah itu yang menunjukkan bahwa alumni tersebut pendidikannya di tingkat universitas selesai dan transkrip menunjukkan capaian akademiknya. Maka SKPI itu menjadi pegangan tentang kemampuan dan pengetahuan seseorang seperti softskill dan segala macam. Jadi dia sebagai penjelasan yang objektif dari prestasi dan kompetensinya.

Oleh karena itu, hal yang harus mahasiswa persiapkan ialah memperbanyak kegiatan dalam bidang kelembagaan, organisasi, olahraga, seni dan juga penalaran. Semua itu harus mahasiswa persiapkan dari awal.

Selain itu, kita sudah tanya bagaimana SKPI, apa yang perlu ditulis dalam SKPI dan dikuatkan dan juga bagaimana adik-adik mahasiswa bisa dapatkan semua skill yang dibutuhkan, kita minta masukan dari perusahaan mitra. Perusahaan yang bekerjasama seperti BUMN dalam program mahasiswa magang dan itu bisa dimasukkan ke SKPI, bank mandiri, semen Indonesia, semen Tonasa, pupuk Indonesia, Asabri, Jamkrindo, PP pembangunan perumahan. Bukan cuman perusahaan BUMN saja tetapi semua. Kemudian SKPI kita buat dalam bilingual jadi siapa saja bisa level Indonesia maupun luar Indonesia.

  1. Apa saja jenis kegiatan yang dapat diunggah untuk mendapatkan SKPI?

Ada enam item seperti penalaran misalnya karya tulis ilmiah, Pimnas, ikut debat dan lain sebagainya. Bidang olahraga ikut Pomnas yang levelnya nasional, regional atau International. Dan bidang seni ikut lomba seni dll. Lalu bagian kepemimpinan apakah dia pengurus senat, pengurus himpunan dll. Pengabdian masyarakat seperti dia ikut Baksos dll, kemampuan bahasa asing, dan lain-lainnya itu kalau dia menjabat sebagai duta entah itu duta bahasa, duta narkoba dll, itu bisa dimasukkan yang jelas mereka memilih untuk bisa memberi nilai tambah untuk mereka nantinya.

  1. Lalu, bagaimana alur pengurusan SKPI tersebut?

Mahasiswa log in ke laman Sign On (SSO) Unhas. Kemudian mahasiswa menginput kegiatan dan prestasinya yang pernah mereka capai termasuk mengunggah dokumen pendukung. Semisal kalau menulis juara harus ada dokumentasi pendukungnya paling lambat tiga bulan setelah kegiatan selesai. Jadi kalau sudah lewat ya tidak diterima lagi.

Kemudian harus 14 kegiatan yang dimasukkan jadi harus dipilih yang terbaik di antara yang baik. Setelah itu, mahasiswa melakukan finalisasi Wakil Dekan III masing-masing fakultas melakukan verifikasi yang telah mahasiswa unggah apakah berkasnya lengkap, sesuai, dll. Lalu Kasubag akademik memverifikasi mahasiswa itu masuk kurikulum apa, karena ada perubahan kurikulum beberapa waktu lalu, kemudian gugus penjaminan mutu mengecek apakah bahasa inggris di SKPI sudah benar. Hal ini karena SKPI dibuat bilingual. Terakhir ditanda tangani oleh dekan. Lalu bidang kemahasiswaan akan melakukan proses pencetakan SKPI tersebut.

  1. Lantas, sudahkah prosedur SKPI ini disosialisasikan?

Di 2018 kemarin ada program PPKPS yang dilaksanakan oleh LPMPP, salah satu itemnya itu adalah terbitnya SKPI. Dan kita juga telah sosialisasikan ke semua prodi dan juga beberapa fakultas kita sudah lakukan sosialisasi lebih dari sekali. Pertama dalam level pengurus lembaga kemahasiswaan dan sosialisasi dalam level kasubag, staff, tenaga kependidikan, juga sosialisasi dalam level kepala jurusan, mahasiswanya sendiri termasuk ada beberapa fakultas walaupun belum menyeluruh. Sosialisasi akan terus dilaksanakan.

  1. Berapa anggaran yang disiapkan untuk pencetakan SKPI nantinya?

Anggaran dari bidang kemahasiswaan dan alumni soal totalnya kita masih belum tahu sebab yang dibutuhkan itu cuma pengadaan kertas dan print kertasnya saja. Lebih lanjut, hal itu harus berpedoman khusus jika kertas SKPI tersebut dikeluarkan.

  1. Apa harapan Anda untuk mahasiswa terkait adanya SKPI ini?

Harapan saya agar mahasiswa itu bukan hanya fokus dalam bidang akademik semata tetapi juga tantangan kedepan itu juga semakin ketat persaingan dan yang dibutuhkan itu kemampuan. Jadi mahasiswa tidak sekedar menyelesaikan studi saja. Kita juga butuhkan lulusan dengan kemampuan-kemampuan milenial yang salah satunya itu critical thinking. Skill itu bisa diasah di kegiatan ekstra di luar kelas. Mahasiswa sekarang itu membutuhkan skill tersebut untuk mengahadapi era 4.0 ini.

BACA JUGA