Follow

Dosen Australia Ajak Mahasiswa Unhas Tidak Memandang Negatif Imigran

Editor: Wandi Janwar | Jumat, 15 Maret 2019 - 21:58 Wita | 81 Views
Himpunan Mahasiswa Antropologi (Human) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Fisip Unhas), mengadakan Screening Film bertajuk Refugees Up Close (Two Stories in Two Cities in Indonesia) di Aula Prof Syukur Abdullah, Kamis (14/3). Foto: Mayang/Identitas

Himpunan Mahasiswa Antropologi (Human) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Fisip Unhas), mengadakan Screening Film bertajuk Refugees Up Close (Two Stories in Two Cities in Indonesia) di Aula Prof Syukur Abdullah, Kamis  (14/3).

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan sang perancang film, Andrianus Oetjoe dan Dosen Senior Monash University, Australia, Dr Antje Missbach sebagai pembicara. Turut hadir mahasiswa Unhas untuk memeriahkan acara ini.

Saat memaparkan materinya, Antce Missbach menjelaskan tujuan imigran datang di Indonesia. Menurutnya, para imigran hanya menjadikan Indonesia sebagai tempat singga saja.

“Sebenarnya, tujuan mereka  ingin pergi ke Australia, tapi menjadikan Indonesia sebagai negara tempatnya singgah. Sampai ada yang tinggal bertahun-tahun di Indonesia,” jelasnya.

Di kesempatan itu ia juga meminta mahasiswa agar tidak memandang negatif para imigran. Antce Missbach berharap mahasiswa Unhas ikut bersosialisasi dengan para imigran yang ada di Makassar.

“Kan di kampus ini biasa ada imigran yang lewat, nah mahasiswa itu harus bersosialisasi juga dengan mereka. Sebenarnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah  tidak memandang negatif imigran. Kita harus memperhatikan terminologi pencari suaka dan pengungsi, dengan baik,” tambahnya.

Melalui pemaparannya, Oetjoe sapaan akrabnya juga menyampaikan harapan terkait film hasil karyanya.

“Saya berharap, film ini bisa membuka mata kita untuk mengetahui kehidupan para imigran, dan untuk berdiskusi kepada mahasiswa bagaimana kita sebaiknya menyikapi mereka,” tutupnya.

Mayang Sari

BACA JUGA