Follow

Dosen Western Sydney University Bahas ‘Rokok’ di Unhas  

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 19 Februari 2019 - 22:51 Wita | 139 Views
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kuliah Umum di Aula Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas, Selasa (19/2). Foto: Madeline/Identitas

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Kuliah Umum di Aula Fachruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas, Selasa (19/2).

Kegiatan tersebut mendatangkan dua Dosen Senior dari Western Sydney University (WSU), Australia. Kedua dosen itu adalah Prof Andre Renzaho dan Dr Zulfan Tadjoeddin yang masing-masing ahli dalam bidang Humanitarian and Development Studies.

Dalam kuliah tersebut, mereka membahas masalah dan isu terkait kesehatan di Indonesia. Prof Andre sapaan akrabnya, membawakan materi tentang “The Budrden Diseases in Indonesia : Progress and Challenges (An Australian Perspective)”, sedangkan materi “Health: A Key Determinant of Sustainable Development Outcomes” dipaparkan oleh Zulfan.

Acara yang dimoderatori Dr Sudirman Nasir ini, dimulai sekitar pukul 13.30 Wita. Dalam pengantarnya, Sudirman mengatakan bahwa kuliah umum yang dipandunya tersebut sangatlah menarik. Sebab kondisi kesehatan di Indonesia lebih di pahami oleh orang luar.

Its interesting since professor Andre understand more about Indonesia’s health condition better than u,s” ucap Sudirman.

Saat menjelaskan materinya,  Prof Andre lebih banyak membahas mengenai fakta yang didapatnya di lapangan. Misalnya saja Tabacco (tembakau), yang merupakan salah satu faktor berisiko dalam kesehatan masyarakat. Menurutnya, tembakau tersebut telah menempati posisi ke empat sebagai bahan yang mempunyai risiko untuk kesehatan.

Lebih lanjut ia menambahkan, penyakit yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia adalah Tuberculosis (TBC). Terkait dengan tingginya risiko dari dampak penggunaan tembakau tersebut, Prof Andre  berharap kedepannya Indonesia punya solusi.

In twentyfive years,  tuberculosis is still the biggest challenge in Indonesia. We need policy for smoking room,” ungkap Prof Andre.

Madeline Yudith

BACA JUGA