Follow

EcoBrick, Karya Artistik Minim Sampah Plastik

Editor: Arisal | Minggu, 18 Agustus 2019 - 02:52 Wita | 123 Views
Ecobrick salah satu solusi pemanfaatan sampah plastik.

Indrawati Abdi selaku Certifled Trainer Global Ecobrick Aliance mengatakan bahwa, masyarakat saat ini masih kurang perhatian terhadap pengolahan sampah plastik dan hanya sebatas membakarnya saja. Padahal ketika dibakar, plastik akam mengeluarkan molekul dioxin (bahan kimia) beracun dan kemudian dibawa oleh angin dan hujan.

“Molekul tersebut akan berkontaminasi dan meracuni udara yang kita hirup,” ungkapnya pada workshop ecobrick  di acara Pasar Baik atau disebut Makassar international writers festival (MIWF) mini, Sabtu (27/07).

Lebih lanjut, salah satu solusi sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah plastik agar tidak berakhir di pembuangan yaitu dengan membuat ecobrick. Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai bata yang ramah lingkungan serta bisa digunakan untuk bangku, meja, tembok, photoboot dan sebagainya.

“Kesederhanaanya (red: ecobrick) bisa menjadi solusi yang visioner, ramah lingkungan dan bernilai ekonomi,” tutur indrawati.

Adapun cara pembuatannya, sebagai berikut; pertama plastik yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam botol plastik, jenis plastik yang dimasukkan pertama adalah plastik yang lembut untuk membentuk bagian bawah botol, kedua gunakanlah tongkat kayu untuk memadatkan.

Selanjutnya, lakukan hal tersebut  hingga botol benar-benar penuh dan padat. Jangan lupa untuk memilih merek botol dan ukuran yang sama untuk mempercantik hasil, serta perhatikan berat ecobrick yang telah dibuat dengan rumus Berat minimal = Volume botol X 0,033 (kepadatan minimum). “Hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan karya yang benar-benar berkualitas dan bertahan lama,” jelasnya.

Pembuatan EcoBrick

Memasukkan sampah plastik

Menimbang berat ecobrick

Mewarnai plastik

Naskah dan Foto: Santi Kartini

BACA JUGA