Follow

Fakultas Kedokteran Rekrut Dosen Asing Luar Biasa

Editor: Wandi Janwar | Sabtu, 11 Januari 2020 - 21:31 Wita | 254 Views
Dokumentasi Humas

Dalam rangka meningkatkan reputasi internasional menuju World Class University, Universitas Hasanuddin mendatangkan dosen asing. Pada tahun 2019, Unhas menerbitkan enam Surat Keputusan pengangkatan Dosen Asing Luar Biasa di Fakultas Kedokteran (FK).

Keenam dosen asing tersebut yakni  Prof Yoshiaki Kiuchi (Jepang), Dr Andrew Pyott (Skotlandia), Dr Andrew Blaikie (Skotlandia), Dr Fiona Dean (Inggris), Dr John Ellis (Skotlandia), dan Dr Mark Ellis (Australia).

Dekan FK Unhas, Prof dr Budu Ph D Sp M (K) M Ed menjelaskan proses yang dilewati hingga fakultas yang dipimpinnya berhasil menarik minat dosen asing untuk bergabung.  Proses ini diawali dengan jaringan yang telah terbangun sejak lama. Ketika FK Unhas membuka kelas internasional, maka dirasakan perlunya untuk memiliki pula dosen asing yang memiliki kualifikasi internasional.

“Ini proses yang panjang. Kami selalu memberikan kesan baik bagi setiap dosen atau akademisi asing yang berkunjung ke FK Unhas.  Selain itu, kami juga membangun komunikasi setelah dosen tersebut kembali ke negara asalnya. Model komunikasi seperti itu kami tempuh untuk memberikan kesan baik bagi setiap dosen dan akademisi yang berkunjung ke FK Unhas,” kata Prof Budu dalam rilis yang diterima.

Dari pengalaman selama ini, dosen dan akademisi asing yang berkunjung ke Unhas umumnya tertarik dengan berbagai topik riset yang beragam dan unik di Indonesia, khususnya di Indonesian Timur dan Sulawesi Selatan.  Daerah ini memiliki potensi kajian akademik yang tidak ditemukan di negara lain.

Misalnya dalam bidang kedokteran, ada beberapa jenis penyakit yang di negara maju itu sudah tidak ada lagi, tapi di sini masih lumrah ditemukan. Banyak peneliti dan akademisi yang mengetahui situasi ini, ingin riset tentang topik ini, tapi tidak memiliki jaringan.  Di sinilah peran interaksi dan jaringan yang dibangun oleh sivitas akademika Unhas.

Menurut Prof Budu, salah satu langkah yang ditempuh ketika melakukan kunjungan ke universitas mitra di luar negeri adalah mempersiapkan kartu nama. Dirinya membangun jaringan dengan intensif memperkenalkan diri yang sekaligus memperkenalkan Unhas.

“Ketika di undang ke universitas lain, baik itu dalam maupun luar negeri, kami selalu berkenalan dengan orang-orang baru.  Ketika kembali, saya tidak lupa mengirim email, menyapa mereka. Ini penting untuk memberi kesan baik, membuat mereka mengingat kita. Biasanya, ini langkah awal yang cukup bermanfaat,” lanjutnya.

Sejumlah tantangan dihadapi dalam menghadirkan dosen asing luar biasa di FK Unhas.  Menurut Prof Budu, selain persoalan pendanaan, tantangan yang dihadapi juga adalah berkaitan dengan perijinan. Berbeda dengan dosen-dosen bidang ilmu lainnya yang perijinannya relatif lebih mudah, untuk bidang kedokteran, ijinnya lebih rumit.  Apalagi jika dosen asing tersebut juga akan terlibat dalam penanganan pasien sebagai bagian dari proses akademik.

“Biasanya, jauh hari sebelum mereka datang, kita sudah minta data yang diperlukan untuk kelengkapan pembuatan ijin sementara.  Jadi, ketika mereka tiba di sini, mereka bisa langsung beraktivitas, tidak perlu lagi memikirkan persoalan perijinan itu,” kata Prof Budu.

Pada akhir wawancara, Prof budu percaya diri bahwa Dosen Asing di fkultas yang dipimpinnya bisa terus bertambah seiring dengan perkembangan teknologi yang ada. Kebijakan Unhas mulai membuka peluang pembelajaran jarak jauh dengan dukungan teknologi informasi.

“Sekarang era digital, tidak harus mengajar tatap muka jika memang mereka tidak sempat hadir dalam kelas. Proses belajar mengajar bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi digital, seperti video konferensi. Kami sudah memiliki tiga ruangan yang menyediakan fasilitas video konferensi bagi dosen asing yang ingin mengajar namun tidak sempat hadir,” tutupnya.

Wandi Janwar

BACA JUGA