Follow

FKM Unhas bahas Peranan Kesehatan Lingkungan Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19

Editor: Santi Kartini | Kamis, 30 Juli 2020 - 08:51 Wita | 78 Views
Foto: tangkapan layar

Dies Natalis Ke-64 Universitas Hasanuddin, Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas dirangkaikan dengan Webinar nasional bertema, Peranan Kesehatan Lingkungan Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 melalui aplikasi Zoom dan live streaming di akun Youtube Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas, Selasa (28/07/2020).

Kegiatan Webminar seri-1 ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Prof Dr Anwar Daud SKM MKes yang merupakan Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas, Mohammad Husni Thamrin SKM MKes Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Prof Dr Budi Haryanto SKM MKes Msc Guru Besar Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Univeritas Indonesia.

Webinar juga menghadirkan Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA Rektor Unhas, Dr Aminuddin Syam SKM MKes MMed Ed Dekan FKM Unhas, dan Dr Erniwati Ibrahim SKM MKes Ketua Departemen Kesling FKM Unhas

Dalam sambutannya, Rektor Unhas sebagai membuka kegiatan acara mengatakan, isu lingkungan menjadi yang paling penting dari tujuan pembangunan. Dari 17 indikator sustainable development goals ada banyak yang membicarakan lingkungan seperti air, energi, infrastruktur, konsumsi, iklim, laut, dan lain sebagainya.

“Lingkungan merupakan aspek penting dari semua tujuan pembangunan. Namun, kita mungkin terlalu asyik, sehingga sedikit alay. Nanti ketika merasakan langsung lingkungan berdampak terhadap kesehatan, kesejahtraan, ataupun ekonomi, maka ini akan menjadi suatu gempa sosial. Covid telah membawa isu lingkungan menjadi sesuatu yang penting,” paparnya.

Saat pemberian materi Webinar, Husni Thamrin memulai pemaparannya dengan menjelaskan Timeline Covid-19 di Sulawesi Selatan. Ia mengatakan di tanggal 12 Februari mulai tercatat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pertama dan 19 Februari Orang Dalam Pengawasan (ODP) pertama. Sebulan setelahnya atau 19 Maret, terkonfirmasi kasus positif pertama. Pemateri juga memaparkan data perkembangan situasi Covid-19 di Sulawesi Selata, tertanggal 27 Juli tercatat sebanyak 9.043 kasus terkonfirmasi dengan 6.093 orang sembuh dan 307 orang meninggal dunia.

Ia lanjut dengan skema isolasi penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan. Untuk pasien pos ataupun PDP yang memiliki gejala berat comorbid, akan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin, bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) ataupun ODP gejala ringan akan dikarantina di hotel. Jika dalam perkembangannya gejala mulai memberat tanpa comorbid, akan dilakukan rujukan ke beberapa rumah sakit seperti RSUD Dadi, RS Daya, dan RS Unhas. Sementara bagi pasien gejala memberat dengan comorbid akan dilakukan rujukan ke RS Wahidin.

Selanjutnya pemateri membahas mengenai Program Wisata Duta Covid-19, yang merupakan program pemberdayaan untuk menciptakan edukator Covid-19 di Makassar, dan juga sebagai bentuk efisiensi menekan penularan dan sinergitas antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Tambahan, program Wisata Duta Covid-19 merupakan solusi yang efektif dalam menekan penularan, memutus mata rantai penularan dengan cepat, mengurangi beban fasilitas layanan kesehatan, dan ekonomi tetap berjalan.

Selanjutnya pemateri kedua, Budi Haryanto menjelaskan bagaimana polusi udara dan peran kesehatan lingkungan. Dipaparkannya jika gangguan kesehatan akibat pencemaran udara berkontribusi terhadap penurunan sistem imunitas tubuh. Sehingga risiko kematian penderita Covid-19 lebih banyak 4,5 di wilayah polusi tinggi, dibandingkan yang rendah. 83% kematian Covid-19 terjadi di wilayah tingkat pencemar NO2 tinggi seperti Italia, Prancis, Spanyol, dan Jerman.

“Suatu negara dengan tingkat polusi udara tinggi, harus mempertimbangkan faktor risiko tersebut dalam persiapan pengendalian Covid-19, karena polusi udara meningkatkan angka kematian yang tinggi,” paparnya.

Pemateri melanjutkan bagaimana peran kesehatan lingkungan dalam memutus mata rantai penularan. Diantaranya cleaning and disinfection di potensial sumber saluran, dengan data Covid-19 menular melalui batuk, bersin, percikan ludah, droplet, dan aerosol ke berbagai permukaan di lingkungan, pakaian, dan tubuh manusia yang kemudian masuk melalui hidung, mulut, dan mukosa mata. Kedua adalah menjauhkan sarang sumber pembawa Covid-19 ke manusia umum, dan ketiga melindungi diri dengan proper masker.

Pemateri terakhir, Anwar Daud melanjutkan dengan membahas bagaimana peran kesehatan lingkungan dalam pengelolaan limbah Covid-19. Pemateri menjelaskan ada beberapa jenis limbah di rumah sakit seperti specimen, bahan farmasi bekas, alat kesehatan bekas, kemasan makanan atau minuman bekas, dan alat pelindung diri seperti masker sekali pakai. Limbah tersebut memiliki potensi penyebaran infeksi atau lebih buruknya pemanfaatan secara illegal seperti masker sekali ulang yang di jual kembali setelah dibersihkan.

Dijelaskan ada beberapa cara dalam penanganan limbah Covid-19 di rumah sakit. pertama adalah menggunakan APD seperti masker dan sarung tangan secara bijak dan mengurangi material kontak dengan pasien Covid-19 seperti kemasan makanan, minuman, obat, dan lainnya. Adapun pendekatan yang dilakukan seperti memproteksi diri terhadap limbahnya, proteksi terhadap petugas limbah, dan proteksi terhadap lingkungan atau media paparannya.

M113

BACA JUGA