Follow

Gelar SSAS, FEB Eratkan Silahturahmi Bersama Alumni

Editor: Santi Kartini | Minggu, 28 Juni 2020 - 23:23 Wita | 58 Views
Foto: Istimewa

Melalui Program Doktor Ilmu Ekonomi (DIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas mengadakan Sharing Session Alumni Series (SSAS). Acara ini dilaksanakan via Zoom meeting mulai pukul 09.30 hingga 11.30 Wita, Jumat (26/6).

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 partisipan ini, mengangkat topik “Peran Kepala Daerah dalam Peningkatan Ketahanan Ekonomi dan Pangan Daerah, Kesiapan Daerah terhadap Ketahanan Pangan Lokal, dan Strategi UMKM Daerah dalam Menghadapi Covid-19,”.

Acara dipandu oleh Dosen Sekolah Pascasarjana Unhas, Dr Kurniaty SE M Si dengan mengundang pembicara Dosen FKIP Universitas Pattimura, Dr William Louhenapessy SE M Si, Dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Dr Dra Andi Henny Mulawati Nurdin M Si dan Dosen UIN Alauddin Makassar, Dr Murtiadi Awaluddin SE M Si.

Ketua Program Studi S3 DIE FEB Unhas, Anas Iswanto Anwar mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberdayakan para Alumni Doktor FEB Unhas yang sudah tersebar di seluruh Indonesia, untuk kembali ke kampus sharing pengetahuan serta memberikan motivasi khususnya kepada Mahasiswa Doktor FEB Unhas.

“Selain itu juga untuk menjalin silaturahmi dengan mereka,” ucap Anas.

Saat menyampaikan materi, Henny menyampaikan tentang peran pemerintah terhadap ketahanan pangan. Menurutnya pemerintahlah yang menjadi peran utama dalam mempertahankan pangan. “Namun ada satu titik kelemahan dari pemerintah yaitu ketidakmampuan Managing the Market,” jelas Henny.

Disisi lain, William mengatakan, saat ini dunia dihadapkan pada dua krisis besar yaitu krisis pangan dan krisis energi. “Krisis pangan dipicu oleh adanya fenomena pemanasan global dan tidak meratanya distribusi pangan. Sedangkan krisis energi dipicu oleh kian menipisnya cadangan energi yang berasal dari bahan bakar fosil,” tutur William.

Murtiadi Awaluddin pun turut memaparkan tentang tips bertahan UMKM dimasa covid-19. “Cash Management, temukan peluang baru dalam kondisi saat ini, prediksi kebutuhan, optimalkan digitalisasi (Marketing, payment, fullfillment), membangun relasi, increase the skill, dan selalu survive,” tutup Murtiadi.

M127

BACA JUGA