Follow

Hasan Walinono, Rektor Unhas yang Bersaudara 2 Menteri

Editor: admin | Minggu, 11 Maret 2018 - 19:29 Wita | 292 Views
Foto: istimewa

Hasan Walinono lahir di Wajo tahun 1937. Orangtuanya bernama Rahmatiah Sonda Daeng Baji dan Andi Walinono. Andi Walinono merupakan seorang hakim yang pernah bertugas di Makassar, Surabaya, Jayapura dan Jakarta.

Lahir dan besar dibawah bimbingan tokoh intelektual di Sulawesi Selatan ini membuat Hasan Walinono juga mengikuti jejak ayahnya. Hasan Walinono tercatat sebagai alumni Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Sospol) Universitas Gadjah Mada tahun 1963.

Di tahun 1979, Hasan Walinono berhasil meraih gelar doktornya di Universitas Hasanuddin dengan disertasi yang diteliti selama tiga tahun, dari kehidupan sosial sebuah daerah di kabupaten Bulukumba berjudul “Tanete, Suatu Analisa Sosiologi Politik”

Dikenal sebagai pakar sosiologi, Hasan Walinono pun sempat menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian dan Latihan Ilmu Sosial Sulawesi Selatan. ia juga sempat menjadi Dekan di Fakultas Sospol Unhas selama 9 tahun.

Belum selesai ia menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian dan Latihan Ilmu Sosial, Hasan Walinono diangkat menjadi Rektor Unhas ke 7 menggantikan Prof Ahmad Amiruddin di tahun 1982.

Pribadi Hasan Walinono dikenal ramah oleh orang-orang pada masanya. hal itu digambarkan dalam sebuah tulisan di identitas edisi 8 November 1982 berjudul Yang Lama dan Yang Baru.

“Senyum selalu tersungging di bibir. lemah lembut dalam menyapa orang. tutur kata yang halus, itulah ciri khas Prof Hasan Walinono,”

Tulisan berjudul Yang Lama dan Yang Baru itu ditulis wartawan identitas pada waktu itu, Hamid Awaluddin, membahas tentang berakhirnya masa jabatan Prof Ahmad Amiruddin dan terpilihnya Prof Hasan Walinono.

Hasan Walinono juga dikenal pekerja keras dan sedikit bicara. Dalam tulisan Hamid, tertulis prinsip Hasan Walinono, makin ceritera makin mudah orang menemui kesalahan. berkat prinsip itu, Ia selalu disukai ketika memimpin sidang.

“Kerja lebih utama dari pada berceritera,” kata Hasan Walinono dikutip dari tulisan Hamid di Identitas edisi 1982.

Di masa sekarang mungkin banyak mahasiswa ingin berlajar berbicara di depan umum, istilahnya public speaking atau retorika. namun, Hasan Walinono pernah berkata seperti ini kepada identitas.

“Jangan terlalu berharap dengan kemampuan berhetorika tanpa suatu keterampilan tertentu,”

Pesan itu disampaikan ketika Hasan bercerita tentang cita-citanya meraih gelar doctor sepulang dari Amerika untuk mengikuti Basic Social Program Universitas California Barkeley di tahun 1970.

Di tahun 1984, saat masa jabatannya sebagai rektor Unhas belum habis, Ia diangkat menjadi Direktur Jendral, Sekertaris Jendral Departemen Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia.

Bersaudara dengan 2 Menteri

Hasan Walinono memiliki enam saudara. dua diantaranya pernah menjabat sebagai menteri: Andi Erna Anastajia Walinono dan Andi Nafsiah Walinono.

Andi Erna Anastajia Walinono lebih dikenal dengan nama Erna Witoelar pernah menjabat sebagai Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah di era Presiden Gus Dur. Sedangkan Andi Nafsiah Walinono atau lebih dikenal dengan nama Nafsiah Mboi pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketika Nafsiah Mboi masih menjabat, di tahun 2014, Hasan Walinono menghembuskan nafas terakhirnya. Di rumah sakit Fatmawati Jakarta, tanggal 19 Januari pukul 23.45 WIB, Rektor Unhas ke 7 ini meninggal dunia.

Reporter: Musthain Asbar Hamsah

BACA JUGA