Follow

Hasilkan 1.425 Artikel Scopus sepanjang 2019, Unhas Duduki peringkat 5 Nasional

Editor: hafis fernando | Minggu, 12 Januari 2020 - 21:17 Wita | 110 Views
Breakfast Meeting: Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Restu memaparkan fakultas-fakultas yang terakreditasi internasional di Rector's Lounge di Laintai 8 Gedung Rektorat, Selasa (15/1). Foto: Arisal/Identitas

Universitas Hasanuddin telah menghasilkan 1.425 artikel yang dipublikasikan pada penerbit terindeks Scopus sepanjang tahun 2019. Hal tersebut dikemukan Direktur Komunikasi Unhas,

Suharman Hamzah Ph D pada Catatan Akhir Tahun 2019.
Suharman juga mengatakan capaian tersebut berhasil melebihi target Unhas pada 2019 yaitu 1.250 artikel terindeks Scopus. Dari 1.425, sebanyak 586 artikel terbit di jurnal ilmiah, 832 artikel dalam bentuk paper yang terbit di prosiding, dan tujuh artikel dalam bentuk publikasi lainnya.

“Kita sebenarnya menargetkan tahun 2019 akan menghasilkan 1.250 artikel terindeks Scopus. Faktanya, capaian publikasi kita melampaui target,” jelas Suharman.

Jumlah yang dicapai pada 2019 menempatkan Unhas pada posisi tertingi kelima nasional setelah UI, ITB, UGM dan Unair. Hingga kini Unhas telah menghasilkan 3824 publikasi Scopus.

Kasubdit Humas dan Informasi Publik Unhas, Ishaq Rahman mengatakan, dari keseluruhan publikasi yang dihasilkan tahun 2019 itu, Unhas bermitra dengan 191 perguruan tinggi luar negeri untuk berkolaborasi memproduksi artikel bersama.

“Mitra-mitra tersebut berasal dari Jepang, Australia, USA, Malaysia, Inggris, China, Taiwan, Belanda, Jerman, dan Korea,” kata Ishaq

Tak hanya itu, selama 2019 Unhas juga telah melaksanakan 25 konferensi internasional, dimana luarannya adalah prosiding terindeks Scopus maupun jurnal bereputasi. Suharman menjelaskan bahwa itu merupakan startegi yang ditempuh Unhas untuk meningkatkan publikasi bereputasi.

“Kita mendorong setiap unit kerja menyelenggarakan konferensi internasional, dimana setiap fakultas di Unhas minimal memiliki satu konferensi berskala internasional,” pungkasnya.

Hafis Dwi Fernando

BACA JUGA