Follow

Himab Unhas Bahas Politik Timur Tengah

Editor: Khintan | Rabu, 28 Februari 2018 - 13:50 Wita | 167 Views
Himpunan Mahasiswa Sastra Asia Barat(HIMAB) melaksanakan salah satu program kerja rutin yaitu Semantik(Seminar Islam Rutin Tematik) di Aula Prof Mattulada, Rabu(28/2). Foto: Urwatul Wutsqa/identitas

Himpunan Mahasiswa Sastra Asia Barat (HIMAB) Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) bekerja sama dengan Divisi Kerohanian melaksanakan salah satu program kerja rutin yaitu Semantik (Seminar Islam Rutin Tematik)  di Aula Prof Mattulada, Rabu (28/2).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Sulsel, Prof Dr Najmuddin H Abd Safa MA  dan Pakar Dunia Timur Tengah, Agussalim SIP MIRAP dengan dimoderatori oleh Dosen Sastra Asia Barat Unhas, Fadhlan Ahmad Ss Ma.

Selain kedua pemateri dan moderator, turut hadir Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Dr Andi Muhammad Akhmar, Ketua Departemen Sastra Asia Barat, Ketua Maperwa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FIB Unhas, serta ketua-ketua HMJ dan UKM lingkup FIB Unhas.

Seminar ini mengusung tema “Bangsa Arab Terpecah, Salah Siapa?”. Dalam Sambutannya, Ketua HIMAB, Emir, mengungkapkan bahwa tema yang diangkat kali ini berawal dari keresahan teman-teman khususnya pengurus himpunan.

“Sebagai mahasiswa Sastra Asia Barat, kami merasa masih kurang mengenal identitas politik Timur Tengah, karena selama ini hanya terfokus pada kebahasaannya saja, sehingga kami merasa perlu menghadirkan pembahasan tersebut dalam seminar kali ini,” ungkap Emir.

Tujuan dilaksanakannya acara tersebut ialah sebagai ruang diskusi untuk menguak fakta-fakta dibalik terpecahnya bangsa Arab, seperti gejolak Palestina-Israel yang hampir tak pernah usai, kemunduran Isis yang mengakibatkan perang, pemutusan hubungan diplomatik beberapa negara Arab dengan Qatar, pengeboran Suriah yang terus terjadi, dsb.

Untuk itu, diharapkan seminar ini dapat menjadi pemantik dalam menganalisis kasus politik dan isu-isu yang sedang hangat di Timur Tengah.

Reporter: Urwatul Wutsqa

BACA JUGA