Follow

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Gelar Constrain 2019

Editor: Wandi Janwar | Kamis, 05 September 2019 - 01:16 Wita | 74 Views
Foto: Irfan/identitas

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Unhas menggelar Competition of Industral Engineering (Constrain) 2019 di Gedung Center of Scientific Actifity (CSA) Fakultas Teknik (FT) Unhas, Kamis (5/9). Kegiatan yang merupakan agenda tahunan itu, mengusung tema “Maritime Logistic Creating Possibilities, Multiplying Oppor tunities.

Acara ini rencananya akan berlangsung selama empat hari berturut-turut dari tanggal 5-8 September 2019. Di hari pertama, panitia kegiatan mengadakan Seminar Nasional mengenai logistik maritim yang terbuka untuk umum. Sedangkan untuk lombanya sendiri diikuti oleh mahasiswa Teknik Industri se-Indonesia.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Constrain resmi dibuka oleh Sekretaris Kemahasiswaan Teknik Industri Unhas sembari diikuti riuh tepuk tangan panitia dan peserta kegiatan. Pada acara seminar, panitia menghadirkan tiga pemateri utama yang ahli dalam bidang logistik kemaritiman. Mereka adalah Bambang Gunawan (PT SPIL), Ir Kusmahadi Setya Jaya MM (PT PELINDO IV), dan Dr Eng Muh. Rusman ST MT (Dosen Unhas).

Mengawali materinya, Kusmahadi, sapaan akrabnya, membuka dengan candaan mengenai pengalamannya saat di Kalimantan Timur. Kata Kusmahadi, fenomena pemindahan ibu kota sudah viral hingga di kalangan tukang ojek.

“Saya pernah ditanya tukang ojek, Bapak darimana? Saya dari Makassar. Oh, selamat datang pak di Ibu Kota Negara,” celetuknya dibarengi tawa peserta seminar.

Peran serta kesiapan pemerintah melalui PELINDO IV terhadap perkembangan Logistik Maritim di Indonesia Timur, menjadi bahan pokok pembahasan yang akan bawakan Kusmahadi dalam seminar itu.

Selanjutnya, ia memperkenalkan lokasi PT PELINDO di seluruh Indonesia, misalnya PELINDO I di Belawan, PELINDO II di Jakarta, PELINDO III di Surabaya, dan yang ke empat di Makassar. Kemudian, ia menjelaskan bagaimana pusat pengiriman barang ke Makassar yang berasal dari Pulau Jawa.

“Meskipun daerah kita cukup besar, hampir 50% wilayah perairan di Indonesia, namun sisi pergerakan barang kita hanya menangani lebih kurang 10% dari jumlah barang yang bergerak di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kusmahadi menjelaskan, Jawa masih menjadi pusat industri melebihi pulau lainnya di Indonesia.

“Kebanyakan memang industri itu, barang olahan perumahan dan barang jadi maupun otomotif dari Jawa. Sedangkan Indonesia timur kebanyakan menjadi sasaran atau tujuan akhir barang habis pakai,” tambahnya.

Dua pemateri lainnya memiliki kesempatan untuk membahas terkait “Peran Logistik Maritim terhadap Keberlangsungan Perusahaan” yang dibawakan Bambang Gunawan,. Sedangkan materi terakhir dibawakan Muhammad Rusman tentang “Peluang dan Tantangan Logistik Maritim di Indonesia Timur”.

Muh. Irfan

BACA JUGA