Follow

Ibu Peritiwi Kian Merintih

Editor: admin | Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:00 Wita | 101 Views
Sumber: Kompasiana.com

Di kala yang mewakili hanya sekadar mewakili

Di kala norma etika bagai hewan-hewan yang tak terurusi

Di kala penyambung nafas kian dibakari

 

Ibu pertiwi kian merintih

Kalau saja sang proklamator kembali berdiri

Mungkin rakyat tak akan terkebiri

Oleh senyum palsu para yang katanya pembantu negeri

 

Ada apa negeriku?

Apakah kau sudah lelah?

Tahan tangismu

Sudah cukup lama kau berkabung penuh pilu

 

Sebab aspirasi penuh arti terus dibalas dengan reaksi tak berhati

Sebab hutan yang terbakar namun mahasiswa yang terhujani

Asap pekatmu tertambah dengan asap pedih penuh sesak

Letupan gas air mata yang tak mengasihi

 

Tunggulah

Indonesia tak akan bubar

Hanya saja

Badai sedang datang

Dibawa oleh para politisi-politisi penuh kepalsuan

 

Panjang umur perjuangan

Hidup Rakyat Indonesia

Hidup Mahasiswa *Ibu Peritiwi Kian Merintih*

 

Budiman Teri

Penulis merupakan Mahasiswa Akuntansi,

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas,

Angkatan 2016

BACA JUGA