Follow

Ironi Negeri Statistik Kita

Editor: Wandi Janwar | Jumat, 03 Juli 2020 - 09:27 Wita | 206 Views
Dokumentasi Pribadi

“Without data, you are just another person with an opinion,” Edward Daming.

Apa jadinya bila kita tak percaya data? Itulah tantangan besar zaman sekarang, krisis kepercayaan terhadap data, menjadi ujian di era pasca kebenaran dan merupakan salah satu bahasan menarik buku ini. Ketika melihat judul di sampul dan latar belakang penulis, mungkin banyak yang akan salah kaprah mengira buku ini membosankan, hanya berisi deretan angka dan rumus statistika.

Siapa sangka, bahasannya justru jauh lebih menarik dari yang dibayangkan. Keseluruhan buku ini membahas isu yang sangat dekat dengan aktivitas keseharian kita. Buku tentang negara, statistik, idealisme, aktivisme gerakan dan cita-cita. Mencerminkan identitas penulis, sebagai aktivis yang turut memikirkan nasib negerinya.

Dari negeri statistik ke kampung statistik, dari meja judi ke lahan prostitusi, dari refleksi ke akselerasi menjadi pengantar awal buku negeri statistic. Statistik yang memantik, sebuah karya yang lahir dari perenungan panjang, melalui lika-liku kehidupan bermahasiswa di Jurusan Statistika Unhas, terlibat di  berbagai gerakan organisasi dan ikut berkompetisi di beragam kegiatan termasuk kepenulisan.

Pengalaman itulah disatukan Ahmad Akbar hingga melahirkan karya setebal 176 halaman. Untungnya penulis dapat mencatat sebagian kecil dari sekian banyak peristiwah berarti yang dijumpainya. Sehingga buku perdana yang ditulis ini, dapat menjadi sumbangan pemikiran, pentingnya negeri kita melek statistik.

Konsep negeri statistik merupakan gagasan yang mendorong kesadaran bersama sebagai warga dengan hak dan tanggung jawab dalam mengembangkan negeri. Tidak tergantung pada latar belakang suku, agama, ras, budaya, warna kulit bahkan gender. Kesadaran memahami segala rupa persoalan negeri ini hanya dapat diketahui bila kita belajar menjadi warga statistik. Karena kesadaran bernegara adalah kesadaran untuk berstatistik. Karya mahasiswa angkatan 2013 ini, menjadi bukti pentingnya memahami statistik agar dapat membantu melihat persoalan secara jernih.

Sederhananya, penulis menekankan dalam bukunya, memahami statistik berarti memahami data dengan analisis kita masing-masing. Data menghidupkan pemikiran dan pergerakan. Kemampuan berstatistik dapat menolong pengambil kebijakan untuk membuat keputusan yang tepat. Penulis berhasil membahas masalah dengan data yang dirujuk dari berbagai sumber dan menjadikan buku ini tidak hanya layak dibaca tapi juga layak jadi bahan diskusi.

Kemampuan penulis memaparkan persoalan yang terjadi di negeri ini dikupas secara kritis, dibumbui data dan disajikan dalam bentuk infografis yang dihimpun dari berbagai sumber. Hal ini menunjukkan tekad kuat penulis dalam mengurai benang merah untuk merumuskan kembali masalah yang ada dan memunculkan solusi. Itulah yang membuat buku ini istimewa. Ilmu statistika menjadi lebih menarik untuk dipelajari, berkat kemampuan dan gaya bertutur penulis dalam mengurai persoalan melalui kacamata statistika yang lebih luas lagi.

Kegelisahan yang dirasakan penulis jelas tergambar di setiap sub tema bahasan. Keinginan memantik kesadaran pembaca untuk ikut peduli, bergerak bersama, saling berkontribusi menciptakan perbaikan dan kebermanfaatan. Melahirkan perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Dalam tulisannya, Akbar tidak hanya bermaksud menyentil persoalan di berbagai sektor kehidupan, namun ia benar-benar mencoba merefleksi persoalan yang dihadapi, baik yang ada saat ini , maupun dampak berkepanjangan di hari mendatang. Setiap judul dalam buku ini, mengangkat tema khusus dilengkapi kutipan inspiratif.

Setelah membacanya, kita akan ikut bersimpati sekaligus termotivasi dengan tokoh-tokoh yang dihadirkan penulis. Mereka sebagian ada yang kita kenal, tapi ada pula yang masih asing. Penulis berhasil membawa kita pada tujuan ditulisnya buku ini, menjadikan pembaca sebaik-baiknya manusia. Terus mencoba lebih baik dari kemarin dengan tidak melihat masa lalu sebagai penyesalan, serta memahami kondisi hari kemarin dan hari ini dan tidak menatap masa depan dengan ketakutan, tapi mencoba menangkap berbagai peluang di hari esok.

Tak ada gading yang tak retak, begitu juga dengan buku satu ini yang tak luput dari kesalahan penyusunan. Beberapa kalimat di dalamnya  terdapat kesalahan ejaan penulisan, serta halaman kosong. Terlepas dari sebagian kecil kekurangan isinya, terdapat kelebihan yang menutupinya secara sempurna. Seperti kemampuan penulis menyelipkan nasihat yang dikutip dari tokoh besar dan kitab suci, dibalut pula dengan syair sehingga membuat buku ini berseni. Menariknya, di sela bacaan, terdapat foto dokumentasi penulis, dan ilustrasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber media yang memuat data pendukung bahasan. Buku ini sangat cocok dibaca semua kalang. Selamat membaca.

Andi Ningsi

 

 

BACA JUGA