Follow

Jadi Panelis Debat Cawapres, Prof Dwia Perkaya Materi Pendidikan

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 12 Maret 2019 - 19:27 Wita | 738 Views
Foto: Dhirga/Identitas

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA terpilih menjadi salah satu tim panelis debat Calon Wakil Presiden Republik Indonesia (Cawapres RI) 17 Maret 2019 mendatang di Hotel Sultan, Jakarta.

Debat tersebut akan mengangkat tema tentang “Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Sosial, dan Budaya”. Dalam debat ini akan mempertemukan Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno.

Prof Dwia sendiri dipilih bersama sejumlah rektor dan tokoh lainnya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Salah seorang Komisioner KPU RI, Ilham Saputra menyatakan nantinya akan ada sekitar tujuh hingga sembilan orang yang terpilih dalam tim panel debat Cawapres.

“Salah satunya misalnya saja ada Radhar Panca Dahana untuk budaya, kemudian dari migrant care untuk ketenagakerjaan, ada beberapa rektor dari Unhas dan Unsyah untuk pendidikan,” ungkap Ilham, dilansir dari CNNIndonesia, Senin (11/3).

Selain itu, Wahyu Setiawan yang juga merupakan Komisioner KPU mengatakan, setelah ditetapkan panelis akan langsung membahas materi debat. Selanjutnya, mereka akan diikat perjanjian tak membocorkan materi debat.

“Nanti panelis setelah ditetapkan, juga seperti biasa akan menandatangani pakta integritas untuk menjaga kerahasiaan materi debat,” tuturnya yang dilansir dari sulselsatu.com.

Dalam tim panelis ini, Prof Dwia bertindak sebagai pakar pendidikan bersama dengan Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal. Saat dihubungi, Prof Dwia mengungkapkan kegembiraannya setelah terpilih menjadi salah satu panelis debat Cawapres nanti.

“Senang dan bangga. Karena dengan terpilihnya saya itu turut menaikkan nama Unhas dan juga terlibat dalam menentukan materi debat Cawapres nanti”, ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (12/3).

Lebih lanjut, Prof Dwia menyebutkan mengenai kesiapannya sebagai panelis debat, ia akan memperkaya materi dan isu tentang pendidikan.

“Persiapannya lebih memperkaya materi terkait isu pendidikan di Indonesia. Sehingga bisa memberi soal yang bermanfaat dan menangkap rencana kerja Cawapres kelak jika terpilih”, tuturnya.

Selain itu, Rektor wanita pertama Unhas ini juga berharap agar masyarakat Indonesia nantinya dapat memilih dengan tepat calon presiden dan wakil presidennya.

“Saya berharap masyarakat Indonesia bisa memilih dengan tepat untuk calon presiden dan wakil presiden nantinya”, pungkasnya.

Muh. Arwinsyah

BACA JUGA