Follow

Jeda Berakhir Titik

Editor: Ayu Lestari | Senin, 05 November 2018 - 10:40 Wita | 71 Views
ilustrasi : Wandi Janwar

Ada sederet kisah yang kurenungi

Tentang manisnya cinta di masa silam

Tentang janji yang menghadirkan buih buih harapan.

Menghadirkan angan angan surgawi

Hingga imajinasiku tak lepas tentangmu.

 

Pernah, di satu titik ruang yang kusebut rindu

Kusimpul namamu dalam sebait Doa

Berharap ada ruang terindah yg Dia ciptakan akan wacana tentang kita

 

Kupikir cinta tidak sekedar rasa sayang

Tapi tentang perjuangan kita untuk bertahan

Mengusir sepi,menata hati kala terluka

Kupikir perbedaan prinsip tak jadi alasan

Namun hari itu, realita menjadi saksi

cinta yang berucap janji hanyalah angan

yang berakhir harapan pilu

Kupikir kau berbaur untuk tinggal

Nyatanya kau berbenah untuk berlalu

 

Kau memilih usai

Memilih jeda tanpa ada kata pamit

Kau berlalu laksana angin yang sempat menjatuhkan dedaunan,

lalu lekas beranjak tanpa rasa bersalah

 

 

Penullis : Yuliana

Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik,

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas

Angatan 2016

 

 

 

 

BACA JUGA