Follow

Kala Semesta Bercerita

Editor: Ayu Lestari | Sabtu, 06 Oktober 2018 - 10:00 Wita | 144 Views
ilustrasi : Wandi Janwar

Aku berbaring di bawah rindangnya langit

Merasakan wanginya hembusan angin laut

Dan menikmati merdunya alunan partitur ombak

 

Aku bertanya pada diriku

Apakah kebaikan itu lahir dari kebahagiaan?

Apakah kebahagiaan itu harus lahir dari keserakahan?

Dan apakah keserakahan akan menghasilkan kebaikan pada epilognya?

 

Semesta menyelinap masuk ke pikiranku

Aku membayangkan tangisan burung yg berkicau

Meminta perlindungan kepada yang masih bersimpati

Ketika rumahnya habis terjarah api dan gergaji

 

Aku membayangkan sungai yang kesakitan di dalam deras arusnya

Berjalan pincang menuju muara

Berbalut perban dari kota

Bersabar melayani mereka walau tahu akan ternoda

 

Aku membayangkan amukan sang laut

Merasa tak dihargai dan terkhianati

Namun masih mencoba menahan diri

Menunggu manusia sadar walau tak pasti

 

Aku membayangkan bumi, gunung, langit, dan segala isi semesta bercerita

Anak anak Adam telah menghancurkan kebahagiaan mereka

Membawa petaka

Dan membawa semesta pada kerusakan

 

Senja kini melambaikan sinarnya di ujung laut

Menggores sinar emas megah di singgasananya

Kunikmati kemegahan yang perlahan pulang ke malamnya

Aku bertanya,

Haruskah manusia merusak mahakarya yang telah diciptakan oleh semesta?

 

Penulis : Muhammad Nur S.

Mahasiswa Departemen Ilmu Kelautan,

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas,

Angakatan 2017.

 

BACA JUGA