Follow

Kampret

Editor: Ayu Lestari | Minggu, 04 Februari 2018 - 05:00 Wita | 339 Views

Kami siap pasang badan

Sedang engkau muka pun dipalingkan.

Siapa sesungguhnya yang punya tahta,

Kami memberimu dengan segenap pinta

Kau mengabaikannya tanpa sedikitpun cinta

 

Kami berteriak dari jalanan

Sedang engkau malah berlindung di balik perisai bangunan.

Siapa sesungguhnya tempat menggantung asa,

Kami memilihmu dengan setulus rasa

Kau mengacuhkannya tanpa sedikitpun iba

Ah, sudahlah

Lelah kami menguras amarah

Santai kau duduk tanpa rasa bersalah.

Kampret!

 

Sekecut-kecutnya wajah kami

Lebih kecut yang tersimpan dalam dadamu itu

Sekusam-kusamnya kulit kami

Lebih kusam yang tersembunyi dalam dadamu itu

Selusuh-lusuhnya pakaian kami

Lebih lusuh yang terpendam dalam dadamu itu

 

Dasar yang dasarnya pencuri

Biar tertangkap masih berkelip minta belas kasih

Kampret!

 

*17 Agustus 2015

 

Fadly Fahry S. Wally

Penulis merupakan Mahasiswa Ilmu Politik

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unhas

Angkatan 2012

BACA JUGA