Puisi

Khilaf

Kau memanggilku dengan hangat Mencoba ceritakan keluh kesah mahasiswa masa ujian Badanku terperanjat, tak kuasa menolak pinta Sebenarnya, hanya untuk membaca wajah Apa yang harus kujelaskan? Sedang aku terpesona dengan pandang matamu Sampai kau terus bertanya akan ini dan itu Sementara aku hanya bisa menjelaskan satu Ya Allah, tolong Aku! Hingga hadir kawanku mengingatkan Untuk […]

Mahasiswa Tanpa Aturan

Lambat menjalar waktu Kala diri hanya mampu menggerutu Perihal tidak tersulutnya bara api itu Berujung sesal kemudian yang hadir sepintas angin lalu Betapa kehidupan mahasiswa sungguh tanpa aturan Berlari tunggang langgang mencari perhatian Merelakan raga berperan apik sebagai boneka kehidupan Ah. Sudahlah lupakan! Mereka tidak lagi pantas berpijak di kenyataan Pagi mengetuk mata Di luar […]

Ibu Peritiwi Kian Merintih

Di kala yang mewakili hanya sekadar mewakili Di kala norma etika bagai hewan-hewan yang tak terurusi Di kala penyambung nafas kian dibakari   Ibu pertiwi kian merintih Kalau saja sang proklamator kembali berdiri Mungkin rakyat tak akan terkebiri Oleh senyum palsu para yang katanya pembantu negeri   Ada apa negeriku? Apakah kau sudah lelah? Tahan […]

Salam untuk Penguasa

Semoga gas air mata Menyampaikan salamku Kepada para penguasa Angkuh dengan bangku Mulut dibungkam Kepala dihantam Oleh sesama kami Para korban penguasa kami Menetes air mata ibu pertiwi Anaknya saling menghakimi Tak mampu melerai diri Karena ditunggangi emosi Caci dan maki merajalela di jalan Entah siapa yang harus menderita Akan semua jajanan kezaliman kekuasaan Kebebasan […]

Sebelum Puan Pergi

Anak hari, matahari sudah akan berpulang Memberi salam, meninggalkan jejak-jejak senja Waktu Puan sudah akan berlalu Puan sudah sangat jauh, menerjang hari   Tak terdengar lagi suara Puan mengisi rongga hati Kecemasan menyeruak mengisi pembuluh darah Mugkin tak Puan dengar, setiap hembusan nafas meminta Puan tak pergi Salahkah sebelum Puan pergi, aku menuntut mesra?   […]

Deimos dan Fobos Menang

Gadis kecil itu terdiam Menatap pantulan dirinya di cermin Masuk ke dalam mata kelamnya Itu dirinya Dirinya Dirinya Yang perlahan-lahan sekarat Dirinya tak tahu sejak kapan dia mulai menyedihkan Gelap Hitam Membawa imajinasinya ke ruang putih Namun, di ruang putih imajinasinya semakin liar Kini gadis kecil itu mulai berteriak Suaranya nyalang di kesunyian Sang sunyi […]

Baruasa

Kita bertemu lagi Di Tanah Daeng tempat rantau bermacam tuju Atau hanya sekedar menjawab rindu   Aku masih tak bisa berkata-kata Di tengah berlalunya waktu Tampilanmu masih yang dulu Kulit putih dengan rona pipi kemerah-merahan   Apa lagi dengan sahabatmu yang satu Manis dengan kulit cokelat gula merahnya Bahkan aku masih yakin kalian saudara Hanya […]

Khilaf


admin
Minggu, 10 November 2019 | 20:11 Wita

Mahasiswa Tanpa Aturan


admin
Rabu, 30 Oktober 2019 | 23:00 Wita

Ibu Peritiwi Kian Merintih


admin
Selasa, 15 Oktober 2019 | 17:00 Wita

Salam untuk Penguasa


admin
Senin, 30 September 2019 | 20:00 Wita

Sebelum Puan Pergi


admin
Senin, 23 September 2019 | 20:00 Wita

Deimos dan Fobos Menang


Fatyan
Selasa, 13 Agustus 2019 | 17:21 Wita

Baruasa


Fatyan
Kamis, 18 Juli 2019 | 17:50 Wita

Di Ujung Pena


Fatyan
Rabu, 19 Juni 2019 | 17:20 Wita

Akhir dari Sebuah Perjalanan


Fatyan
Jumat, 03 Mei 2019 | 19:00 Wita

Tempias Utopia


Fatyan
Selasa, 30 April 2019 | 12:53 Wita

TERPOPULER