Follow

Kekuatan Impian sebagai Penggerak Utama

Editor: Urwatul Wutsqaa | Selasa, 10 Maret 2020 - 16:30 Wita | 177 Views
Istimewa

Semuanya berawal dari mimpi. Kalimat sederhana ini rupanya mampu membawa Bama meraih berbagai prestasi hingga di kancah Internasional.

Bama Andika Putra, sosok dosen muda Hubungan Internasional Unhas layak diacungi jempol atas berbagai prestasi yang berhasil ditorehkannya. Sebagai sosok dosen muda, Bama banyak menjadi idola mahasiswa lantaran prestasinya. Menjadi “Best Delegate” dalam beberapa konfrensi Internasional, menulis berbagai jurnal berbahasa Inggris bahkan sudah ditekuninya sejak menjadi mahasiswa.

Saat menyelesaikan studi strata satu, Bama bahkan tercatat sebagai Mahasiswa Berprestasi Unhas tahun 2012. Hasil pencapaian yang cemerlang itu tentu membutuhkan proses yang tidak sebentar. Menurut Bama, hal yang terpenting adalah mencintai bidang yang kita geluti. Kecintaan Bama terhadap bidang Hubungan Internasional yang kemudian dapat membawanya mengikuti berbagai konferensi internasional.

Sejak menjadi mahasiswa, Bama mengaku memang mempunyai ketertarikan yang kuat  atas isu-isu internasional,  baik konflik dan perdamaian internasional. Menurut Bama, kegemarannya terhadap bidang tersebut lahir dari proses panjang yang dimulai dari proses mencintai.

You have to loved. Kamu harus cinta atas apapun yang kamu lakukan. Kalau kamu hanya setengah hati, kamu tidak mau mempelajari sesuatu yang baru, tentu kamu tidak akan pergi kemana-mana. Selain itu, kamu harus bertahan berusaha. Karena jika tidak, usaha tersebut tentu tidak bertahan lama,” tambahnya.

Setelah menyelesaikann studi strata satu, Bama melanjutkan pendidikannya Magisternya di luar negeri. Berkat beasiswa LPDP yang diraihnya, pria ini berkesempatan mengenyam pendidikan di University of Melbourne.

Untuk dapat meraih beasiswa tersebut, rupanya Bama telah mempersiapkannya dengan baik. Bama melakukan persiapan tersebut dengan “menyicil”. Bama berhasil mebuktikan dengan kekuatan “menyicil” yang dilakukannya sedari lama, seolah membuka pintu kesuksesan di masa depannya. Memegang teguh prinsip ‘Life Is Planning’, Bama percaya bahwa mereka yang tidak merencanakan, maka hidupnya tidak akan terencana. Pada akhirnya, hidup seseorang tersebut tidak akan ada visi dan misi, hanya mengalir begitu saja.

Menjalani studi strata dua di negeri orang lain tentunya bukan hal yang mudah. Ada setitik kerja keras yang harus dialaminya, belajar hingga larut malam bahkan hingga seusai perpustakaan tutup.

Ketika ditanya apa motivasi terbesarnya menggeluti berbagai bidang dan mampu berkiprah baik atasnya, ia mengaku bahwa Biondi Sanda Sima, mahasiswa prodi HI Unhas angkatan 2008 adalah salah satu sosok yang menginspirasinya. Biondi adalah kakak kelas Bama yang mengajarkannya berbagai hal, telebih MUN, debat, diplomasi, dan lain sebagainya.

Setelah menyelesaikan studi magisternya, Bama pulang dan kembali pada almamaternya untuk mengajarkan kembali ilmu yang telah didapatkannya. Kini ia dikenal sebagai dosen muda yang memiliki segudang prestasi.

Bagi pria yang merupakan suami dari Andi Adini Thahira Irianti ini, selain dikuatkan oleh impian yang dimiliki, seseorang harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Terlebih di zaman modern ini, terdapat banyak hal yang harus dikembangkan. Sebut saja, berbagai start up yang kini semakin mendunia dan lintas negara. Secara tegas ia menyampaikan bahwa berbagai hal itu harus dipersiapkan alurnya. Mahasiswa yang sedang menjalani studi strata satu harus berprestasi dan aktif demi karienya ke depan yang lebih cemerlang.

Di akhir percakapan, pria ini berpesan kepada generasi muda untuk terus belajar. Ia menyadari rawannya generasi ini untuk tumbuh besar dan kuat efek media sosial yang sangat berbahaya. Oleh karenanya, ia menegaskan pentingnya menggunakan media sosial dengan bijak.

“Sayangnya, mahasiswa kini sering kehilangan prioritas. Hal ini tentut sangat berbahaya karena cepatnya laju sosial media, seseorang jadi mudah insecure dan menyendiri sehingga tidak menciptakan relasi baru dan network. Jika sosial media hanya digunakan untuk entertainment saja, tentu hanya itu yang didapatkan. Kita bisa accelerate our carrier dengan media sosial secara bersyarat, yaitu kehausan dan keinginan untuk menjadi lebih baik,” ungkap Bama.

Nadhira

BACA JUGA