Follow

Kemasos Fisip Unhas Diskusi Buku “Tuhan Izinkan ku menjadi Pelacur”

Editor: Wandi Janwar | Sabtu, 14 September 2019 - 20:45 Wita | 124 Views
Foto: Ratnah/identitas

Keluarga Mahasiswa Sosiologi (Kemasos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas mengadakan diskusi buku secara terbuka dan santai di Taman Sospol, Sabtu (14/9).

Buku yang sempat menjadi kontroversi,  berjudul “Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur” karya Muhidin M. Dahlan, mencoba untuk didiskusikan Kemasos Fisip Unhas.

Singkatnya, buku ini menceritakan tentang seorang muslimah yang masuk ke dalam organisasi dan menurutnya akan mengantarkan keislamannya secara kaffah. Ia juga ingin mewujudkan cita-citanya membangun Indonesia menjadi negara islam. Namun, di perjalanannya selalu saja mendapati kekecewaan. Ketika sampai di puncak kekecewaan, dia melampiaskan frustasinya dengan lingkungan baru hingga mulai mencoba pergaulan bebas.

Tumpahan kekecewaan ini perlihatkannya kepada tuhan. Setiap kali ingin melakukan ‘hubungan’ tersebut dia meminta izin kepada tuhan. Perempaun itu sudah tidak memikirkan tuhan lagi, semakin dia taat beribadah justru hanya cobaan yang selalu datang silih berganti. Sehingga ia pasrahkan  tubuhnya dan berkata, “aku hanya ingin tuhan melihatku, lihat aku tuhan, kan kutuntaskan pemberontakanku padamu”.

Melalui diskusi tersebut, Kemasos Fisip Unhas melihat adanya unsur sosiologi yang coba di perlihatkan dalam buku ini. Misalnya saja, interaksi, sosilogi konflik antar individu, konflik lingkungan, serta konflik dengan pencipta. Selain itu, buku ini juga merupakan kajian gender yang mencoba mengulas streotipe mengenai perempuan sering disudutkan sepihak. Kesimpulan dari diskusi sore itu yakni  “don’t judge the book by its cover”.

M12

BACA JUGA