Follow

Kembalikan Semangat Kebaharian

Editor: Renita Pausi Ardila | Selasa, 02 Oktober 2018 - 17:49 Wita | 183 Views
Indonesia memiliki luas laut hampir 2/3 dari luas wilayah, sehingga telah diakui secara internasional sebagai negara maritim yang ditetapkan dalam UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) 1982. Tak hanya itu, Deklarasi Djuanda 1957 juga menjadi bukti pengakuan mata dunia terhadap wilayah laut Indonesia. Dalam sejarah pun mencatat, jiwa kebaharian dan maritim bangsa ini sangat menggelora. Terbukti dengan beberapa kerajaan zaman dahulu yang mampu menguasai lautan dengan armada perang dan kapal dagang yang besar.
Demikianlah juga Dr Ahmad Bahar ST MSi, dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, mengatakan jika semangat kebaharian masyarakat Indonesia harus dapat dikembalikan. Agar laut dapat dipandang sebagai masa depan bangsa ini. Namun, potensi-potensi sumber daya laut ini juga tidak dapat dimanfaatkan tanpa dukungan sumber daya manusia yang baik. Berikut hasil wawancara Reporter PK identitas Unhas, A Suci Islamaeni dengan Ahmad Bahar.
Presiden Jokowi melalui pemerintahannya mengeluarkan banyak kebijakan termasuk nawacita dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, bagaimana menurut Anda?
Jokowi setelah dilantik menjadi presiden, telah banyak mengeluarkan kebijakan dalam mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Dibandingkan dengan masa orde baru, Kementerian Kelautan dan Perikanan pun bahkan belum ada. Saat ini, bahkan lebih menguat lagi dengan adanya Kementrian Koordianator Bidang Kemaritiman. Jadi sudah sepatutnya pemanfaatan sumber daya potensi laut kita bisa lebih banyak menghasilkan devisa negara.
Saat ini juga telah berkembang pesat pembangunan armada pelayaran, kedaulatan laut kita juga lebih ditegakkan dengan kebijakan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Selain itu, kawasan konservasi di tahun 2019 yang ditargetkan 20 juta hektar, juga sudah hampir tercapai secara keseluruhan. Dan yang paling terasa yakni peningkatan ekspor perikanannya.
Sebagai sivitas akademika, apa peran pendidikan dalam memajukan sektor kemaritiman Indonesia?
Pendidikan mengambil peran yang sangat penting dalam memajukan sektor kemaritiman. Laut Indonesia yang luas harus mampu diolah masyarakat sehingga kita membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas pula. Saat ini perguruan tinggi yang mengembangkan ilmu kelautan dan perikanan telah banyak menjamur. Tak hanya itu, sekolah-sekolah menengah ataupun politeknik kelautan dan perikanan, sekolah-sekolah pelayaran yang kian banyak pula merupakan bentuk nyata perlunya sumber daya manusia dalam membangun sektor maritim kita.
 
Bagaimana Unhas mengambil peran dalam menghadapi tantangan maritim Indonesia?
Unhas memiliki Pola Ilmiah Pokok (PIP) Kelautan yang diberlakukan sejak tahun 1975. PIP tersebut kemudian menjadi roh bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan seni di Unhas. Unhas yang berada pada wilayah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya maritim, dapat memposisikan diri sebagai pusat pengembangan budaya bahari.  Atas dasar PIP tersebut, hampir semua fakultas di Unhas memiliki mata kuliah yang terkait dengan kelautan. Misalnya, di Fakultas Hukum dipelajari juga Hukum Laut, Fakultas Ilmu Budaya juga berkonsentrasi pada pengembangan budaya maritim, FKM pun telah mempelajari kesehatan masyarakat pesisir, dan Fakultas Teknik juga ada Jurusan Perkapalan kemudian juga Teknik Kelautan.
Apa peran mahasiswa dalam pengembangan sektor kemaritiman Indonesia?
Mahasiswa dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat terutama masyarakat pesisir dengan melakukan bakti sosial. Mengingat masyarakat pesisir yang berada di bawah garis kemiskinan sebesar 32 persen dari 27,7 juta penduduk miskin di tahun 2017. Mahasiswa diharapkan bisa meningkatkan empati dan menumbuhkan kecintaannya terhadap laut. Seperti misalkan mahasiswa FIKP di tahun 1996 lalu pernah berkeliling wilayah Indonesia hanya menggunakan perahu sande’. Hal itu membuktikan jiwa bahari yang dulu telah pudar saat ini, dilihat dari penurunan bentuk bakti dan cinta laut mahasiswa. Mahasiswa juga dapat memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat pesisir melalui riset-riset inovasi yang dapat dituangkan melalui karya tulis. Mahasiswa juga bisa berpartisipasi pada Lomba Karya Tulis Kemaritiman Mahasiswa tingkat nasional yang digelar setiap dua tahunan. Dengan begitu mahasiswa lebih inovatif untuk memberikan solusi permasalahan laut dan masyarakat pesisir dari melihat permasalahan yang ada.
Apa langkah strategis dalam memajukan sektor kemaritiman Indonesia?
Sebetulnya banyak sekali langkah strategis yang dapat dilakukan. Saya berikan saja contohnya, seperti meningkatkan sektor perikanan. Pemerintak dapat mendukung hal tersebut dengan memberikan fasilitas infrastruktur untuk memperbaiki rantai dingin kepada masyarakat sehingga optimalisasi sektor perikanan dapat diekspor keluar, tentu dengan begitu dapat meningkatkan devisa negara.
Dapat pula dilakukan melalui sektor pariwisata. Masyarakat lokal dapat memanfaatkan kawasan wisata dengan bantuan pembinaan pemerintah. Di kepemerintahan Jokowi telah mencanangkan target 20 juta kunjungan wisatawan hingga 2019. Salah satu devisa besar dari sektor kelautan adalah pariwisata bahari apabila wisatawan dapat tinggal lama, dengan begitu dapat membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Peluang yang besar tersebut   harusnya dapat dimanfaatkan lebih baik lagi sehingga dapat menggeser image bahwa Malaysia adalah miniatur Asia Tenggara. Maka semestinya Indonesia adalah true marine tourism, karena di Indonesia lah pariwisata bahari dapat benar-benar dirasakan.  Intinya kita jangan lagi membelakangi laut.
Jadi, apa harapan anda untuk menyambut Hari Maritim Nasional mendatang?
Harapan saya, kepada mahasiswa yang berafiliasi dibidang kelautan dan perikanan dapat memeriahkan hari tersebut guna meningkatkan semangat kebaharian generasi muda. Semangat tersebut dapat kemudian ditularkan kepada masyarakat luas Indonesia. Hari Maritim Nasional sepatutnya menjadi hari besar dan meriah.  Seperti yang dilakukan oleh Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang menggelar Eksepedisi Bagi Negeri yang akan berkeliling di pesisir Wilayah Barat dan Timur Indonesia dengan mengunjungi 15 Taman Nasional dan 74 pelabuhan pesisir dan pulau-pulau terluar di Indonesia sehingga dengan adanya peringatan Hari Maritim tersebut dapat memberikan pandangan masyarakat kembali terhadap laut sebagai masa depan bangsa yang menjanjikan.
A Suci Islamaeni 

BACA JUGA