Follow

Kisah Sukses Mawapres Unhas 2020

Editor: Admin | Selasa, 14 Juli 2020 - 17:00 Wita | 98 Views
Istimewa

Sejak duduk di bangku SD, Efendi telah aktif di berbagai organisasi. Berkat kegigihannya, kini Ia dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Unhas 2020.

Nur Efendi Darming telah aktif di kegiatan-kegiatan sosial sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia bahkan menjadi Duta Anak tahun 2013 sampai 2014 di tingkat kabupaten Sidrap.

Naik ke bangku sekolah menengah atas (SMA) Efendi lebih akrab di bidang akademik, dia terlibat di komunitas bahasa inggris di SMA Negeri 5 Makassar, kala itu, Pria yang hobi traveler ini mendapat beberapa penghargaan dan apresiasi, salah satunya sebagai peserta termuda President Youth Leadership camp 2016.

Kini, Pria kelahiran Sidrap, 22 Juli 1999 ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2017. Di tengah kesibukan kuliahnya, Ia juga aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  Internasional Law Students Association (ILSA) Local Chapter fakultas Hukum Unhas. Dalam organisasi tersebut, Efendi menjabat sebagai Minister of Public Relation ILSA, dia mengatakan salah satu tugasnya sebagai Menteri PR di ILSA adalah membuka jaringan untuk program magang anggota ILSA Unhas di kedutaan besar negara.

 

Putra pasangan Darming dan Munirah ini juga beberapa kali menjadi delegasi dalam konferensi Nasional maupun Internasional, diantaranya  perwakilan Sulawesi Selatan dalam Indonesia Culture Nationalism Conference 2020 serta Perwakilan Indonesia dalam Asia Students Leadership Conference di Singapura Tahun 2019.

Berbagai pengalaman dan prestasi yang diraihnya berhasil mengantarkan Efendi menjadi Mahasiswa Berprestasi Unhas 2020.

Prestasinya menterengnya yang terbaru diraih bersama timnya; Ika ratih Yuli Purnama dari Fakultas Pertanian Unhas, Andi Wijaya Fakultas Teknik Unhas, dan Junianto Sesa, alumnus S2 fakultas Mipa Unhas. Mereka berhasil menjadi juara pertama Ideas For Action Incubator Competition Indonesia yang diadakan oleh World Bank bekerja sama dengan Tanoto Fondation, tempat Efendi bernaung dan menjadi Ketua Peneriman Beasiswa Tanoto Unhas.

Dalam kompetisi tingkat nasional itu Efendi dan timnya menggagas aplikasi yang diberi nama Wehelp Online Consultant APP : consultation for psychology and legal assistance for women and children. Efendi menjelaskan aplikasi ini nantinya bertujuan untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Tujuan kita adalah bagaimana untuk mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ada di kota Makassar khususnya dan pada umunya di Indonesia melalui aplikasi ini, karena masalah yang kita peroleh di lapangan bahwa mereka sebagian korban sangat sulit untuk terbuka terkait masalah apa yang mereka hadapi,” jelas Efendi, Kamis (27/2).

Sebagai juara pertama Ideas For Action Incubator Competition Indonesia, Efendi bersama timnya berkesempatan mengunjungi Amerika Serikat dengan dibiayai oleh Tanoto Foundation.

Hal yang paling berkesan bagi Efendi adalah ketika berkunjung ke World Bank, Washington DC. Di sana mereka disambut baik, salah satunya oleh lead Private Sector Specialist World Bank, Prof Steven R Dimitriyef yang mendengarkan secara cermat penjelasan Efendi mengenai Aplikasi Wehelp mereka, Steven kemudian mengatakan “Ini solusi yang baik untuk perempuan dan anak, tapi tetap memntingkan privasi mereka,” Ucap Efendi pada identitas menirukan Steven di Perpusatakaan Pusat Unhas, Kamis (27/2).

Saat ini, Ia  sedang mempersiapkan Wehelp Online Consultant APP : consultation for psychology and legal assistance for women and children untuk diikutkan pada Ideas For Action Incubator Global Competition yang diselenggarakan oleh World Bank Juli nanti.

Terakhir Efendi berpesan kepada mahasiswa Unhas, agar selalu memberi dampak positif kepada masyarakat sekitar atas apa yang kita kerjakan.

“Tujuan saya selalu mengikuti kegiatan agar dampaknya bukan untuk diri saya pribadi tetapi untuk keluarga dan untuk masyarakat sekitar saya, teman dekat saya, dan tentunya kedepannya bagi negara kita tercinta Indonesia,” tutupnya.

 

Muh. Syahrir M. E. Cahyadi

 

 

BACA JUGA