Follow

Koboy Kampus, Bentuk Protes Masa Orde Baru Lewat Sisi Komedi

Editor: Khintan | Senin, 26 Agustus 2019 - 09:18 Wita | 114 Views
Istimewa

Film drama musikal garapan 69 Production dan MNC Pictures ini menceritakan sekelompok mahasiswa 90an yang berasal dari Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.

Dikisahkan, Pidi (Jason Ranti) dan kawan-kawannya, seperti Ninuk (Ricky Harun), Deni (Bisma Karisma), Erwin (David John Schaap), Dikdik (Miqdad Addausy), Inggrid (Jennifer Lepas) mahasiswi asal Inggris, Ariyanto, dan sebagainya adalah mahasiswa senior tingkat akhir. Mereka gemar berkumpul di studio lukis di kampus mereka, menggambar, bernyanyi, bermain gitar atau sekedar numpang tidur. Kehidupan mereka suka-suka sehingga disebut koboy kampus.

Saat itu, situasi politik di Indonesia sedang memanas. Ada banyak mahasiswa yang demonstrasi. Pihak kampus mengeluarkan ancaman untuk mengeluarkan mereka yang ikut berdemo.

Sebagian nekat berdemo. Sementara Pidi dan kawan-kawan malah ogah-ogahan. Mereka membentuk negara rekaan, Negara Kesatuan Republik The Panas Dalam di studio mereka. The Panas Dalam adalah singkatan dari Atheis, Paganisme, Nasrani, Hindu Budha, dan Islam.

Mereka memberi nama itu dari harapan mewadahi seluruh keberagaman di Indonesia.
Aksi Pidi dalam mendirikan negara ini mendapat pro dan kontra. Ada pihak luar yang tertarik bergabung. Ada juga seorang mahasiswa yang tekun ingin menyadarkannya.

Premis ceritanya sebenarnya menarik. Bagaimana mahasiswa menyikapi situasi politik tahun 1995 hingga tahun 1998, yaitu setelah Presiden Soeharto mundur. Film-film serius tentang situasi tersebut sudah ada beberapa seperti “27 Steps of May” dan “Di Balik 98”.

Sedangkan, Pidi menawarkan sisi yang ringan dan jenaka. Tapi setelah sepertiga bagian, ceritanya mulai tak terarah.

Ada kisah Ninuk si playboy, juga ada cerita Ariyanto yang polos dalam mendekati gadis cantik Unpad. Lalu ada cerita-cerita lain yang seolah-olah ditambahkan untuk menambah durasi cerita.

Tokoh Pidi yang diperankan oleh Jason Ranti ini nampak santai dalam menjalani kehidupannya. Ia banyak disukai dan seakan jadi panutan kawan-kawannya. Apapun yang diucapkannya seperti perintah. Pidi menyebutnya fatwa dan mereka menurutinya.

Humornya nyleneh hingga terkadang absurd. Tapi ada juga yang kesannya malah merendahkan perempuan, seperti candaannya kepada Inggrid di awal film.

Ceritanya datar. Bagian-bagian yang tak nyambung dengan kisah utama malah menghidupkan cerita. Seperti kisah Ariyanto yang memelas, sosok preman yang suka mengamati kegiatan mereka, cuplikan pembicaraan telepon antara Inggrid dan ayahnya, juga dua mahasiswa yang tak putus asa mencari Pidi.

Oh ya, ada kemunculan istimewa dari Candil, rocker mantan vokalis Seurieus Band.

Dari segi akting, para pemain bermain santai dan natural. Jason Ranti berhasil menghidupkan sosok Pidi Baiq yang nyentrik.

Jason awalnya adalah seorang musisi indie asal Tangerang. Kegemarannya memainkan gitar akustik dan rambut gondrong membuatnya mendapat julukan Kurt Cobain Indonesia.

Selain itu, ada kisah menarik dari film ini, di mana setiap tahun ajaran baru selalu diadakan penyambutan mahasiswa baru atau Ospek. Di kegiatan Ospek tersebut Pidi Baiq dan teman-temannya tidak melakukan kontak fisik secara langsung malahan mereka mengajak bercanda para maba. Akan tetapi, dalam bercandaan itu mereka selingi dengan ucapan tak senonoh.

Cerita berlanjut di saat akhir-akhir masa pemerintahan orde baru. Pada saat itu, pidato Soeharto yang menyatakan mundur dari jabatannya sebagai presiden disiarkan di televisi nasional dan disaksikan jutaan rakyat Indonesia. Maka pada saat itu reformasi dimulai dan Pidi Baiq beserta kawan-kawannya bersepakat untuk kembali lagi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selamat menonton!

Data Film :
Judul : Koboy Kampus
Durasi : 1 jam 32 menit
Produksi : 69 Production MNC pictures
Tanggal Rilis : 25 Juli 2019
Negara : Indonesia
Genre : Drama Musical dan Komedi
Sutradara : Pidi Baiq dan Tubagus Deddy

M15

BACA JUGA