Follow

Kota Desa

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 28 Juli 2020 - 13:00 Wita | 213 Views
Image credit: Freepik/Poemsuk

Kota desa

Kutuk dosa

Jauh tanpa sama

 

Lantas kota ejek desa sedemikian rupa

Ketinggalan zaman

Apa yang mau dibanggakan dari tempat tanpa listrik yang katanya aman?

Bagaimana anak mau sukses jika

Yang diasah hanya cara gabungkan feses

Dan tanah.

 

Desa terima lalu gunjingi kota

Sadarkah ia? keberadaannya adalah perkara nyata

Sebabnya pohon-pohon lenyap berganti asap kepul

Gedung-gedung menjulang

Tak ada sawah, yang ada hanya jalang

Merasuk insan-insan dan merusak.

 

Kelahilah mereka

Sampai langit tak kuasa

Bermohonlah ia pada tuhan sampai puasa

Hingga ia menangis dan meringis

Penulis: Iswatun Khazanah,

Mahasiswa Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Angkatan 2018.

BACA JUGA