Follow

Langkah Sederhana Gaya Hidup “Zero Waste”

Editor: Fitri Ramadhani | Kamis, 21 Februari 2019 - 20:39 Wita | 408 Views
ilustasi/Wandi Janwar

Dewasa ini, banyak pemberitaan mengenai dampak sampah yang mencemari lingkungan. Misalnya di laut, pasalnya organisme memakan sesuatu (sampah plastik) yang ada di habibatnya. Nah, kini hadir gerakan minim sampah atau biasa disebut gaya hidup “Zero Waste” mulai dikenal masyarakat.

Bebas sampah atau “Zero Waste” merupakan suatu tindakan penyelamatan lingkungan dengan mengurangi produksi sampah baik melalui proses 3R atau reduce, reuse, dan recycle.

  1. Membawa Keranjang atau Totebag Sendiri   

    Istimewa

     

Dengan membawa keranjang atau totebag sendiri dari rumah saat berbelanja, memungkinkan kita untuk mengurangi penggunaan kantong plastik pada saat belanjaan tersebut dibawa pulang. Dengan demikian langkah kecil tersebut membantu mengurangi produksi sampah yang berlebih diakibatkan oleh penggunaan kantong plastik.

  1. Membawa Botol Minum atau Tumbler Dari Rumah

Istimewa

Berapa banyak jumlah penduduk di bumi ? Bayangkan, jika setiap manusia menghasilkan satu sampah dari kemasan air mineral ? Tentu, jutaan sampah bisa dihasilkan. Untuk meminimalisir hal itu, saat berpergian, sediakan botol minum atau tumbler. Selain itu, kita bisa juga membeli jus dengan tumbler kesayangan.

  1. Menggunakan Kembali Wadah/Kemasan Untuk Fungsi Yang Sama Atau Fungsi Lainnya

Istimewa

Memanfaatkan kemasan bekas kardus atau kemasan air mineral seperti fungsi awal ataupun fungsi lainnya. Misalnya, kardus bekas kemasan air minum dapat dijadikan sebagai tempat menata dan menyimpan berkas-berkas agar terlihat lebih rapi. Selain hemat, tentu barang itu tidak sulit untuk ditemukan. Anda cukup menyediakan lem, gunting dan sedikit lakban sebagai tambahan sebelum memulai membuat.

 

  1. Menggunakan Kantong Plastik Biodegradable

Menggunakan kantong plastik yang mudah terurai (Biodegradable) memungkinkan kita untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh penggunaan kantong plastik yang berlebihan. Bila kantong plastik biasa membutuhkan waktu selama 10-20 tahun untuk dapat terurai. Beda halnya, plastik biodegradable cukup membutuhkan waktu selama 24 bulan.

Kantong plastik ramah lingkungan ini terbuat dari senyawa organik (selulosa) yang didapatkan dari tumbuhan. Misalnya dari tandan kosong kelapa sawit yang diekstrak untuk mengambil selulosa yang terkandung didalamnya.

  1. Mengganti lampu pijar dengan lampu LED (Light Emitting Diode)

Istimewa

Bagi Anda yang tidak suka gonta-ganti lampu di rumah, maka lampu LED adalah solusinya. Lampu ini cukup tahan lama. Dibanding lampu pijar biasa, lampu LED jauh lebih awet. Jika lampu pijar rata-rata hanya bisa bertahan 1000 jam pemakaian, maka lampu LED bisa bertahan hingga  131490 jam .  Bila  pemakaian 10 jam per hari, dapat bertahan hingga 13 tahun 149 hari.

Ternyata, awetnya lampu LED juga berpengaruh terhadap kantong Anda. Bayangkan jika Anda menggunakan lampu biasa yang setiap tahun harus menggantinya. Kan, banyak juga uang yang harus Anda keluarkan selama 15 tahun itu. Namun jika Anda menggunakan LED, paling-paling hanya menggantinya satu kali saja dalam 15 tahun tersebut.

  1. Menanam Sayur Di Pot Botol Bekas

Istimewa

Siapa bilang bertani harus mengeluarkan biaya mahal dan lokasi yang luas? Anda bisa memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah atau kontrakan.  Botol bekas minuman bisa dijadikan pot. Jadi, bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi menyelamatkan diri sendiri dari kekurangan vitamin dari sayur-sayuran.

Anda bisa memulai dengan menanam sayuran yang mudah perawatannya seperti kangkung, bayam, atau selada.

Muh. Irfan

BACA JUGA