Follow

Lewat KUKIS, KMMDI FEB-UH Bumikan Ekonomi Islam

Editor: Wandi Janwar | Senin, 18 November 2019 - 20:03 Wita | 114 Views
Dokumentasi Pribadi

Keluarga Mahasiswa Masjid Darul Ilmi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (KMMDI FEB-UH), menggelar Kuliah Umum Ekonomi Islam (KUKIS) di Ruang Aula FIS B, Senin (18/11). Acara yang mengangkat tema “Halalkan Transaksimu, Istiqomahkan Hijrahmu”  ini merupakan program kerja dari Divisi Dakwah KMMDI FEB-UH.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, DR H Madris DPS M Si, Ketua Panitia Pelaksana KUKIS, Muhammad Ade Rizky Nur, dan Ketua KMMDI FEB-UH, Muh Rizal.

Melalui sambutannya, Madris sapaan akrabnya mengatakan, materi yang dibahas dalam kuliah umum ini sangatlah dibutuhkan, mengingat bahwa ilmu ekonomi ditenggarai sebagai ilmu yang sekuler dan kapitalis.

“Saya harap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dan ilmu yang telah didapatkan bisa dikembangkan, baik secara otodidak maupun bukan,” ucapnya.

Untuk tahun ini, panitia KUKIS mengundang Ust Dr Khaerul Akbar M E I sebagai pembicara. Ia merupakan pendiri sekaligus pembina Yayasan Muamalah Syariah. Ust Khaerul mendirikan yayasan tersebut karena keresahan akan transaksi muamalah yang dewasa ini bayak ditemukan praktik riba dan transaksi haram lainnya. Selain itu, beliau juga merupakan Kepala Riset dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar.

Dalam pemaparan materinya, ia mengakui bahwa waktu yang disediakan sangatlah tidak cukup untuk membahas secara menyeluruh mengenai Ekonomi Islam. Maka dari itu, Ust Khaerul hanya menyampaikan beberapa materi pengantar yang penting untuk diketahui sebagai motivasi bagi semua pihak untuk terus mendalami Ekonomi Islam, serta tidak lagi menyepelekan hukum transaksi yang dilakukan. Ia menyatakan, bahwa saat ini hampir tidak ada transaksi yang di dalamnya tidak mengandung praktik ribawi.

“Tentu ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua sebagai seorang akademisi untuk terus belajar dan memahami hukum ekonomi syariah, lalu mendakwahkannya kepada masyarakat luas,” tutupnya.

M14

BACA JUGA