Follow

Mahasiswa KKN Infrastruktur Unhas Gelar Matematika Ceria dan Edukasi Sejarah Gowa

Editor: Sri Hadriana | Jumat, 10 Agustus 2018 - 00:01 Wita | 130 Views
Mahasiswa KKN Infrastruktur Unhas mengajarkan 'matematika ceria' kepada siswa SDBontoramba, Gowa. Foto: dokumentasi pribadi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Infrastruktur Unhas menggelar program matematika ceria dan edukasi sejarah Gowa. Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Dasar Bontoramba, Gowa pada setiap hari Kamis, (29-9/8).

Dalam matematika ceria, mahasiswa mengajarkan cara memahami pelajaran matematika dengan metode yang mengasyikkan.

Menurut salah satu anggota KKN Infrastruktur, Nur Annisa, pada dasarnya anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar tidak menyenangi matematika. Atau, tambah Annisa, memang metode yang digunakan belum tepat. Selain itu, pendidikan yang berorientasi pada pemahaman nilai-nilai kepahlawanan tidak terlalu ditanamkan sejak dini.

“Dalam pengajaran matematika ceria, kami buat lebih kreatif dan efektif sehingga anak-anak senang belajar dan tidak merasa bosan,” ujar mahasiswa Departemen Matematika ini.

Mahasiswa KKN Unhas mulai mengajar dengan perlahan agar siswa dapat menerima materi dengan cermat. Selanjutnya, guna para siswa lebih intens memahami pelajaran, mereka dibentuk dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh mahasiswa.

“Lalu diberi piagam bagi siswa yang menjawab dengan cepat dan benar,” tambah mahasiswa angkatan 2015 ini.

Selain mengajar matematika, mahasiswa juga memberikan edukasi Gowa bersejarah. Caranya, mereka membacakan Al-Kisah Raja Pertama Gowa, dan memberi sebuah permainan.

Sama halnya dengan matematika ceria, dalam program edukasi Gowa, mahasiswa juga memberikan penghargaan kepada kelompok siswa yang paling cepat, tepat, dan benar dalam menjawab pertanyaan.

“Program kerja ini bertujuan sebagai sarana pengenalan, pelestarian sejarah, dan budaya Gowa terhadap generasi muda,” jelas salah satu anggota KKN lain, Sahriana.

Lebih lanjut, mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah angkatan 2015 ini berharap, siswa akan memiliki rasa ingin tahu tentang sejarah dan budaya lokal. Sehingga, selalu mempelajari dan tetap melestarikan walaupun masuknya budaya baru.

M05

BACA JUGA