Follow

Mahasiswa KKN Unhas, Berikan Solusi Permasalahan Lingkungan di Pulau Sembilan

Editor: Wandi Janwar | Minggu, 07 Juli 2019 - 16:46 Wita | 116 Views
Dokumentasi Pribadi

Bertempat di Kantor Desa Pulau Buhung Pitue Pulau Sembilan, telah terselenggara Sharing Session Potensi Desa dan Sosialisasi Peduli Lingkungan, Jumat (5/7/19). Kegiatan ini digelar oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Unhas gelombang 102. Selain dihadiri beberapa perangkat desa acara ini juga dibuka untuk masyarakat.

Eva Farida Rahman, Mahasiswa KKN Pulau Buhung Pitue menuturkan, kegiatan ini sebagai bentuk kolaboratif governance yang seyogyanya bisa menjadi solusi dan media bagi desa untuk menyelesaikan masalah terkait potensi desa.

“Tujuan kami untuk membuka dan membangun cakrawala berpikir serta analisis bersama terkait dengan peningkatan dan pengembangan potensi desa yang menjadi sebuah tantangan daerah 3T,” terangnya, Jumat (5/7)

Terkait potensi desa, ada dua pokok bahasan yakni potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia. Selain potensi, kekurangan dan ancaman Desa Pulau Buhung Pitue juga menjadi sorotan diskusi sore itu.

Beberapa kekurangan tersebut di antaranya desa belum memiliki perpustakaan yang representatif, kurangnya keterampilan SDM desa di semua bidang, dan belum terbentuknya pengurus Badan Karang Taruna. Sedangkan kekurangan di bidang lingkungan hidup,  tidak tersedianya pengolah sampah dan bak sampah.

“Hal ini mempengaruhi kekayaan dan keindahan laut desa yang semestinya berpotensi sebagai pulau wisata,” ungkap Eva, sapaan akrabnya.

Beberapa saran dan harapan datang dari beberapa tokoh masyarakat, salah satunya Umar selaku anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Di Desa ini sangat membutuhkan pemahaman terkait pengelolaan sampah dan daur ulangnya, karena selama ini sampah hanya dibuang ke laut. Kami menyarankan adik-adik mahasiswa KKN di desa ini untuk memberikan pemahaman yang lebih pada warga,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Mahasiswa KKN Pulau Buhung Pitue memberikan beberapa solusi, di antaranya metode ecobrike dan hydroponic.

Ecobrick atau bata ramah lingkungan adalah teknik pengelolaan sampah atau daur ulang sampah botol plastik yang menghasilkan  kerajinan tangan berupa kursi, meja dan lain sebagainya.

Koordinator Desa (Kordes) Akhirullah Husain mengatakan, penerapan solusi tersebut  akan ditindak lanjuti sesuai dengan waktu yang telah disepakati bersama.

Di sesi akhir,  Umar menyampaikan harapan kepada mahasiswa KKN Unhas, agar mampu bekerjasama terkait pengadaan bak sampah , pengelolaan, dan daur ulang sampah.

“Semoga Desa Pulau Buhung Pitue bisa menjadi desa yang bersih, dan masyarakatnya sadar akan kebersihan lingkungan,” tutupnya .

Citizen reporter

BACA JUGA