Follow

Mahasiswa Unhas Gelar Aksi Penolakan dan Pembebasan Lema

Editor: Wandi Janwar | Selasa, 03 September 2019 - 17:49 Wita | 479 Views
Foto: Fatimah/identitas

Waktu telah menunjukan pukul 09.00 Wita, kala mahasiswa yang akan menggelar aksi lanjutannya hari ini belum juga nampak dari berbagai penjuru. Gerombolan mahasiswa dengan seragam almamater merahnya mulai bergerak saat jam digital menayangkan angka 11.00 Wita.

Beberapa dari mereka muncul dari koridor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), kemudian menuju arah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang menjadi lokasi awal pergerakan massa, Selasa (3/9).

Para demonstran berkumpul di FEB Unhas ketika jam tepat pada pukul 11.23 Wita. Koordinator lapangan mulai memberi aba-aba untuk berkumpul dan mengeratkan simpul barisan. Aksi dimulai dengan menyerukan Sumpah Mahasiswa Indonesia.

Mereka bergerak menyisir dari arah FEB ke Fakultas Hukum (FH), lalu menuju depan Auditorium Prof Mattulada. Kemudian, mereka melanjutkan ke arah gedung Mata Kuliah Umum (MKU) melewati  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Pergerakan massa diwarnai dengan tabuhan gendang dan suara berisik tiang besi yang dipukul. Hingga akhirnya, mereka tiba di depan Gedung Rektorat Unhas tepat pukul 13:29 Wita, sembari berteriak memanggil rektor Unhas yang tidak ada di tempat saat itu.

“Ibu rektor, kami datang, tuk menuntut keadilan,” seru massa aksi.

Sembari membawa spanduk, salah satunya bertuliskan “Aturan yang Belum Pantas Mengatur Kita, Mari Kita Atur”, massa aksi merapat ke Pelataran Gedung Rektorat.

Empat orang yang memegang pengeras suara, terlihat mengarahkan massa untuk tetap satu komando dan mempererat simpul sembari bernyanyi.

“Simpul, simpul, simpul yang kuat,” teriak mereka.

Setelah menunggu satu jam lebih di depan Gedung Rektorat, akhirnya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Dr drg A Arsunan Arsin MKes turun menemui mereka. Namun, massa aksi nyatanya harus kecewa karena ketidakhadiran Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA bersamanya.

“Saya tahu bahwa adek-adek mau ketemu ibu rektor, ibu rektor sekarang sedang di Bone. Sebetulnya kami hanya berbesar jiwa menemui kalian, karena saya merasa bahwa apapun yang terjadi saya adalah wakilnya ibu rektor,” ujar Arsunan, kerap ia disapa.

Kekecewaan mereka berlanjut saat Prof Arsunan pesimis tidak dapat menghadirkan Prof Dwia hari ini.

“Saya tidak bisa janji kalau mau ketemu ibu rektor, karena acaranya (Pencegahan stunting di Bone) nanti magrib baru selesai, jadi silahkan di jadwal ulang. Kami akan komunikasikan lagi,” tutupnya.

Mendengar pernyataan itu, sontak Prof Arsunan mendapat teriakan kekecewaan dari massa aksi yang ada di hadapannya. Hingga berita ini diturunkan, massa aksi belum juga meninggalkan lokasi. Mereka berencana menunggu ibu rektor hingga pulang.

Irf

BACA JUGA