Follow

Mau Lulus Beasiswa LPDP? Ini Tipsnya

Editor: Nor Hafizah | Jumat, 29 Juni 2018 - 22:42 Wita | 285 Views
ilustrasi : Wandi Janwar

Mahasiswa Unhas pasti sudah tidak asing lagi dengan beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pemerintah) kan? Ya, bisa dibilang beasiswa ini termasuk daftar beasiswa yang ditunggu-tunggu bagi para pengejar beasiswa, baik beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Bagaimana tidak, beasiswa ini terbuka bagi siapa saja yang telah lulus kuliah Strata 1. Tak harus PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun punya pengalaman kerja. Beasiswa ini juga menjamin biaya pendidikan, sebesar apapun, dan masih banyak sekali kelebihannya. Lalu bagaimana cara untuk bisa lolos beasiswa LPDP? Nah, Berikut tips yang dibagikan oleh Atrasina Adlina, penerima beasiswa LPDP di Wageningen University, Belanda.

1. Persiapkan skor TOEFL/IELST yang tinggi

Teman-teman pasti kenal dengan TOEFL, kan? skor TOEFL atau Test Of English as a Foreign Language sangat berpengaruh  pada kelulusanmu. Kamu harus memiliki skor TOEFL setidaknya 500 untuk kemungkinan besar lulus beasiswa LPDP dalam negeri, kalau mau yang di luar negeri, tentunya harus lebih dong! Tahun 2017 lalu, syarat tes TOEFLE  ITP tidak digunakan lagi untuk pendaftaran beasiswa luar negeri.

Selain skor TOEFL, ada juga yang namanya IELTS  (International English Language Testing System). Hampir sama dengan TOEFL, tes ini juga merupakan ujian untuk memastikan kemampuan bahasa Inggris Britania atau Brithis seseorang. Untuk bisa lulus beasiswa LPDP, kamu harus memiliki skor IELTS 6.0 untuk kampus dalam negeri. Sedangkan untuk kampus luar negeri, skor IELTS harus mencapai 6.5. Jadi, teman-teman yang berminat mendaftar beasiswa LPDP bisa mempersiapkannya mulai dari sekarang.

2.Periksa Kelengkapan Berkas

Pernah tidak dengar ada orang yang tak lulus beasiswa karena berkas? Tentu sangat disayangkan yah. Nah, ketika mendaftar beasiswa LPDP, kamu tak boleh sekali-sekali menganggap remeh persyaratan yang satu ini. Kenapa? Karena kelengkapan dan legalitas berkasmu  juga salah satu penentuan kelulusanmu.

Ketika mendafatar, kamu akan dimintai kelengkapan semua dokumen yang telah disyaratkan, untuk dilakukan seleksi administrasi. Nah, jangan sekali-kali mencoba untuk memalsukan dokumen, maka kamu  akan ketahuan oleh pihak LPDP dan akan dimasukkan dalam daftar hitam.  Jadi, kalau sudah lulus berkas tetap jaga dokumen, jangan sampai tercecer, karena nantinya akan dimintai saat tes wawancara.

3. Latihan Menulis dan Memperbanyak baca buku

Salah satu syarat beasiswa LPDP adalah mengirimkan esai. Kamu akan dimintai menulis esai sebanyak 500-700 kata. Dalam penulisan esai, ada tiga tema yang bisa kamu pilih : kontribusi bagi Indonesia, sukses terbesar dalam hidup, dan rencana studi yang akan dilakukan di kampus pilihanmu.

Nah, jadi mulai dari sekarang pikirkan idemu dan memperbanyak latihan menulis esai. Penulisan esai yang bagus akan menunjang kelulusanmu meraih beasiswa LPDP. Selain menulis, kamu juga perlu memperbanyak baca buku, agar wawasanmu lebih luas lagi.

4. Seleksi wawancara

Siapa sih yang gak tegang kalau lagi seleksi wawancara? Nah, yang perlu kamu ingat ketika mengikuti seleksi wawancara adalah tetap tenang dan berikan kesan pertama yang baik pada reviewer. Ada 3 orang reviewer yang akan kamu hadapi dalam tahap ini. Dua orang ahli dan satu orang psikolog.

Pada tahap ini, kamu harus menunjukkan etika yang baik karena psikolog akan memperhatikan setiap gerak-gerikmu. Untuk itu, jangan menunjukkan sikap yang kaku, walaupun sebenarnya kamu kaku. Jawablah setiap pertanyaan dengan tidak bertele-tele. Hilangkan jawaban-jawaban yang memicu munculnya pertanyaan baru, seperti “Saya akan merubah dunia”. Jangan sekali-kali lakukan itu, karena jawaban itu akan memancing munculnya pertanyaan-pertanyaan tak terduga lainnya,  dan bisa  mempersulit kamu.

Selain itu, yang terpenting adalah penguasaan materimu terhadap esai yang kamu tulis. Jika perlu, adakan latihan sebelum menuju tahap wawancara langsung. Nah, bagi kamu yang ingin memilih beasiswa LPDP luar negeri, kamu harus bertul-betul menguasai bahasa inggris karena reviewer-mu adalah orang dari luar negeri juga.

Reporter: Renita Pausi Ardila

 

BACA JUGA