Follow

Memantik Minat Baca melalui Infografik

Editor: Urwatul Wutsqaa | Kamis, 12 Desember 2019 - 10:00 Wita | 120 Views
Foto : identitas/Urwatul Wutsqaa

Tradisi membaca narasi itu tidak akan hilang, justru kehadiran infografik mendorong orang agar membaca lebih banyak kedalam.

Penyajian berita semakin megikuti perkembangan zaman, salah satu yang marak kita jumpai adalah infografik. Penyajian informasi yang simpel dan tidak bertele-tele membuat infografik menjadi sangat diminati saat ini. Untuk mengulas lebih dalam mengenai dunia kepenulisan dan infografik, reporter identitas, Urwatul Wutsqaa berkesempatan melakukan wawancara bersama Sabda Armandio Alif, seorang penulis buku yang saat ini bekerja sebagai Manager Multimedia Tirto.id. Berikut kutipan wawancaranya sesaat setelah membawakan materi dalam kegiatan Pelatihan Nasional Pers Mahasiswa yang diselenggarakan LPM Dinamika UIN Sumatera Utara, Medan (15/10) :

1. Sejak kapan ketertarikan menulis anda muncul?

Ketertarika menulis itu dimulai sejak SMP, saat itu saya mulai membaca novel populer, saya suka baca novel detektif Agatha, dan Sherlock Holmes. Setelah banyak membaca buku  saya mulai kepikiran, kalau buat yang seperti ini saya juga bisa. Ada motivasi untuk menantang diri sendiri. Dan aku selain buku detektif saya juga suka baca buku lain, jadi ketika kamu suka membaca buku, eccest nya kamu suka nulis.

2. Apakah ada penulis tertentu yang bukunya sering dibaca?

Kalau penulis buku yang menginspirasi tentunya banyak yah, tapi kalau yang memengaruhi saya itu ada beberapa. Yang mengubah harapan saya tentang kepenulisan Indonesia itu adalah Idrus namanya, dia itu cerpenis dan novelis, penulis dari Indonesia, kalau cerpennya yang saya suka itu judulnya, Avemaria ke Jalan Lain ke Roma, waktu itu penerbitnya masih pustaka jaya. Akhirnya jadi suka Budi Darma, dan akhirnya karena udah SMA, mulai nabung uang buat beli buku, akhirnya jadi punya banyak buku.

3. Saat ini sudah berapa buku dan novel yang diterbitkan? 

Untuk saat ini ada 4 buku, yang pertama Novel 2014 “Kamu, cerita yang tidak perlu dipercaya”, tahun 2016 ikut sayembara.. Dan menang 24 jam bersama gaspar, buku ketiga tahun 2019 itu dekat dan nyaring, yang keempat kumpulan cerpen.

4. Selain penulis, anda juga seorang Manager Multimedia di Tirto, apakah itu mengganggu produktifitas anda dalam menulis? 

Tidak, karena saya sudah membuat jadwal untuk diri sendiri sehingga bisa lebih disiplin. Misalnya dari pagi jam sepuluh pagi sampai jam lima sore saya bekerja di kantor untuk kebutuhan redaksi tirto, dari jam enam sore sampai jam delapan malam saya menginvestasikan waktu untuk membaca, dari jam delapan sampai jam sepuluh malam, atau sampai ngantuk yah saya akan nulis.

5. Selain penulis juga sebagai Manager Multimedia Tirto.id yang dikenal dengan penyajian berita infografiknya, apakah memang ada basic dalam dunia  desain atau bagaimana?

Saya memang suka desain, dan saya belajar desain itu sebelum masuk tirto. Untuk software desain yang pertama saya pelajari itu Photoshop dan Adobe Ilustrator dan itu saya pelajari secara otodidak. Jadi dulu saya tidak mengkhususkan untuk belajar desain infografik, tapi lebih ke umum seperti desain baju,stiker, poster, foto. Setelah seius dan masuk tirto, saya jadi belajar bikin infografik.

6. Seberapa kuat dan penting penyajian infografik dalam penyajian suatu berita?

Dalam penyajian suatu berita, ketika infografik itu sudah bisa dilepakan dari berita itu sendiri. Seperti yang terjadi di tirto, misalnya ketika kita menyebut tirto, kita akan langsung terafiliasi dengan infografik. Ketika sudah sampai pada tahap itu, fungsi infogarfik bukan lagi sebagai pelengkap, melainkan sebagai menu utama dari media itu.

7. Apakah penyajian berita dalam bentuk infografik memungkinkan penulisan berita naratif akan ditinggalkan? 

Tidak, jadi sebenarnya fungsi dari infografik justru adalah untuk mendorong orang agar membaca lebih banyak kedalam, jadi lebih mau tau isunya. Jadi dengan tampilan infogragik yang menarik, saya berharap orang akan mengklik link nya dan membaca beritanya, dan memang yang terjadi belakangan seperti itu. Saya pikir tradisi membca narasi itu tidak akan hilang, karena pada dasarnya memang orang suka dan membutuhkan informasi seperti itu.

8. Berapa lama proses yang dibutuhkan dalam membuat sebuah infografik?

Sebenarnya untuk merampungkan satu infografik itu waktunya tidak menentu. Misalnya aku riset hari ini, untuk pembuatan desain infografik bisa besok. Tapi kalau dalam hitungan jam, untuk risetnya sendiri itu membuthkan waktu empat jam, kemudian untuk desainnya sendiri agar menjadi sebuah infografik itu kira-kira satu jam. Tapi dengan catatan melalui skema tertentu yang memungkinkan desainer tidak perlu membaca naskah mentahnya, melainkan dari storyboard.

9. Infografik mencakup tiga hal, yaitu data, visual, dan narasi, berapa porsi masing-masing dalam penyajian sebuah infografik?

Biasanya yang diproroataskan adalah datanya. Jadi kalau datanya sudah masuk, baru deh dipikirkan visualnya seperti apa. Kalau tidak memungkinkan ada narasi, narasinya bisa dibuang dulu. Kalau bisa tiga-tiganya ada, tapi yang paling utama adalah datanya.

10. Bagaimana target pasar untuk Tirto?

Target pasar untuk setiap media itu beda-beda. Kalau di web dan twitter, targetnya itu usia 20-30 tahun, kalau di instagram mulai dari usia 18 tahun. Perbedaan itu dibedakan berdasarkan usernya, perbedaannya itu muncul dari seberapa banyak yang mengikuti, jadi ada riset yang dilakukan untuk menentukan target pasar tersebut.

11. Bagaimana cara menyesuaikan muatan berita dengan target pasar?

Jadi sama seperti sebelumnya. Kita ada riset, jadi pertama kita kasih sampel dulu, jadi kita coba satu konten diempar ke pasar, kemudian kita melihat apakah mereka akan menerimanya dan seperti apa responnya. Sampel itu yang kemudain di evaluasi, apa yang harus dilakukan dengan produk ini, kalau dia punya potensi untuk berhasil, kita lihat lagi, poin-poin keberhasilannya itu apa-apa saja. Dari hasil evaluasi tersebut kita dapat menentukan apakah produk ini akan dilanjutkan atau tidak.

Nama Lengkap : Sabda Armandio Alif

TTL : Tangerang, 18 Mei 1991

Pengalaman Kerja : Multimedia Manager Januari 2017 – sekarang

  (Tirto.id)

  Art Director April 2016 – Januari 2017 

  (Tirto.id)

  Digital Strategiest Desember 2015 – Maret 2016   

  (Digiverse Digital Advertisting Indonesia)

  Web Developer Januari 2013 – Desember 2015

  (Next Media Group)

  SEO Specialist, Digital Media Strategic Maret 2011- Desember 2012

  (Digital Media Frontier)

  Content Writer Juni 2011- Maret 2011     (PlotPoint Publishing)

Buku yang diterbitkan   : Kamu : Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya

    Dekat dan Nyaring

    24 Jam Bersama Gaspar

    Kisah-Kisah Suri Teladan (Kumpulsn Cerpen)

BACA JUGA