Mengenang 6 Tempat Memorable di Unhas

Setiap tempat pasti mempunyai kesan tersendiri bagi orang-orang tertentu. Akan tetapi, zaman yang terus berubah menyebabkan banyak perubahan yang terjadi disekitar kita. Pembangunan dan renovasi terus dilakukan demi mengikuti perkembangan era saat ini. Tidak hanya itu, beberapa bangunan bahkan harus dihilangkan untuk pemanfaatan lahan yang lebih baik. Hal itu menyebabkan banyak tempat yang harus digusur atau dipindahkan. Walaupun sudah tidak ada, selalu ada cerita yang dapat dikenang dari tempat tersebut.

Termasuk di Universitas Hasanuddin. Unhas dikenal dengan banyaknya tempat fungsional di dalam kawasan kampus. Mulai dari gelanggang olahraga, aula untuk berbagai keperluan, banyak fakultas dengan berbagai fasilitas dan lainnya. Karena kemajuan era yang tidak dapat dibendung, beberapa dari tempat itu harus dihilangkan. Menyisakan kenangan sebagai tempat yang menyimpan banyak kesan serta cerita menarik di kalangan mahasiswa Unhas. Mau tahu, apa saja tempat memorable tersebut? Ini dia daftarnya.

1. Kantin Kolong Ekonomi

Kantin ini terletak di dekat tangga Fakultas Ekonomi yang berbatasan dengan Fakultas Ilmu Budaya. Selain menjadi tempat untuk mengisi perut di kampus, kantin ini ternyata memiliki kisah tersendiri. Mahasiswa Program Studi Sastra Asia Barat angkatan 2016, Sakinah bercerita bahwa selain tempat makan dan bercerita kantin, kolong ekonomi kadang menjadi tempat persembunyian mahasiswa dari panitia pengkaderan himpunan kala itu. Selain itu, kantin ini dikenal memiliki menu yang enak dan murah yang menjadi incaran mahasiswa.

2. Lapangan Samping FKM

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat pasti tidak asing lagi dengan tempat satu ini. Sebelum menjadi bagian dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), lapangan ini menjadi tempat untuk pelaksanaan prosesi pengkaderan bagi mahasiswa FKM pada masanya. Lapangan itu menjadi salah satu tempat bagi anak FKM untuk menerima tempaan karakter dari senior. Sayangnya, lapangan tersebut sudah tidak lagi digunakan oleh mahasiswa FKM sejak 2018, karena telah beralih fungsi menjadi tempat parkir gedung FKG. Alumnus FKM angkatan 2016, Nuristha Febrianti, mengaku sempat mendapatkan prosesi pengaderan di lapangan tersebut.

3. Kantin Jasa Pertanian

Kantin yang lebih dikenal dengan sebutan kantin jasper ini juga menyimpan banyak cerita. Pasalnya, kantin tersebut adalah tempat pelarian mahasiswa saat sedang berhemat karena makanannya yang ramah bagi kantong mahasiswa. Namun saat ini, lokasi kantin jasper telah dikosongkan. Menurut alumnus fakultas pertanian angkatan 2015, A. Dwie Mochammad Abduh, kantin jasper menjadi tempat makan akhir bulan saat dompet telah terkuras karena laporan. Penutupan kantin ini menyebabkan rasa kehilangan muncul di beberapa mahasiswa. Banyak mahasiswa yang masih mencari lokasi kantin jasper jika benar kantin itu dipindahkan. Termasuk Mochammad Abduh, “Saat penutupan kantin itu, rasanya ada yang hilang tapi bukan dia,” ujarnya.

4. Rumah Kaca Agronomi Fakultas Pertanian

Sama seperti rumah kaca pada umumnya, tempat ini juga digunakan sebagai tempat praktikum mahasiswa Agronomi. Alumnus Program Studi Agroteknologi angkatan 2010, Zulfikar mengatakan, rumah kaca tersebut adalah tempat ia banyak belajar tentang budidaya tanaman dan cara membuat pupuk yang benar. Menurutnya, pada masanya rumah kaca tersebut kerap dijadikan tempat uji nyali dengan bangunan yang sudah sangat tua. Lokasinya yang tepat bersebelahan dengan sekretariat himpunan berbagai departemen di pertanian, menjadikan tempat ini semakin memorable, khususnya bagi mahasiswa fakultas pertanian.

5. Kampung Rimba

Berlokasi di Kampung Kera-kera yang berdekatan dengan Teaching Farm Unhas, Kampung Rimba kerap menjadi tempat kumpul-kumpul mahasiswa kehutanan. Kampung rimba memang pusat kegiatan anak kehutanan pada masanya. Bebagai kegiatan seperti pengaderan, diskusi, seni, olahraga dan kegiatan pencinta alam lainnya dilakukan di sana. Sayangnya, tempat ini sudah tidak digunakan lagi sejak akhir 2019 lalu. Menurut, Mahasiswa angkatan 2013 Fakultas Kehutanan Unhas, Andi Faisal Hidayat,  kampung rimba akan direnovasi dan dialihfungsikan menjadi laboratorium. “Sedih sebenarnya, tapi mau bagaimana karena memang fasilitas kampus” ujarnya.

6. Lapangan Merah Fakultas Teknik

Alumnus Fakultas Teknik angkatan 2008, Abdul Rahman mengatakan, lapangan merah merupakan tempat pengumpulan mahasiswa baru Fakultas Teknik sebelum fakultas tersebut dipindahkan ke Gowa. Menurutnya, lapangan itu disebut “merah”, karena lapangan yang gersang setiap dipakai untuk mengumpulkan maba, kalau dari atas terlihat berwarna merah. Atribut fakultas teknik umunya berwarna merah. Jadi kalau mahasiswa baru memakai atribut dan almamater lapangan itu semakin terlihat merah. Sejak Fakultas Teknik dipindahkan pada 2015, lapangan merah tidak digunakan sebagai tempat pengumpulan lagi. “Kalau saya sebenarnya tidak masalah kalau pindah karena memang sudah direncanakan sejak lama. Tapi karena kami anak teknik dikader di situ, jadi pasti ada kesan yang beda dengan kampus baru” imbuhnya.

Anisa Luthfia Basri

Written by

hafisdwifernando28@gmail.com

No comments

LEAVE A COMMENT