MPM Bahas Rekonstruksi Peradaban di Masa Pandemi

Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus MPM Universitas Hasanuddin (UKM LDK MPM Unhas) kembali menggelar Unhas Islamic Fair (UIF). Salah satu rangkaian kegiatannya yaitu Seminar Islam Nasional yang diadakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (21/11/).

Kegiatan yang mengusung tema “Rekonstruksi Peradaban di Masa Pandemi dengan Spirit Al-Qur’an” ini menghadirkan pemateri yaitu, Ustadz Muhammad Yusran Anshar Lc M A Ph D (Mudir STIBA Makassar) dan Ustadz Fahmi Salim Lc M A (Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.

Ustadz Yusran menyampaikan bahwa Al-Qur’an adalah sebuah kemuliaan. “Jiwa seseorang bisa mulia dan berkualitas di tengah pandemi, itu karena Al-Qur’an,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk menyentuh dan mengobati hati yang mati, hati yang sakit, dan hati yang selamat.

“Jika anda butuh nasihat tapi tidak anda temukan, maka bukalah Al-Qur’an, karena Al-Qur’an datang dengan solusi dan obat untuk mengobati hati,” ungkapnya.

Ustadz Yusran melanjutkan bahwa Al-Qur’an sebagai  obat  untuk obat dari kesesatan karena di dalamnya ada petunjuk, obat untuk penyakit secara umum seperti terapi-terapi yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dan obat untuk menjelaskan hukum-hukum dari kewajiban kepada Allah.

“Ada tiga hal yang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lakukan untuk revolusi pada zaman jahiliyah dulu, dan diakui oleh seluruh dunia yaitu, membacak an ayat Al-Qur’an, membersihkan jiwa mereka dengan Al-Qur’an, dan mengajarkan Al-Qur’an dan As-sunnah,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Ustadz Yusran  berkata jika manusia inginmendapatkan rahmat maka dekati Al-Qur’an. “Selain itu, kalau mau tenang apalagi di masa pandemi ini, maka dekati Al-Qur’an. Hikmah terbesar dari ujian ini agar kita kembali kepada Allah, kitab-Nya dan Sunnah. Mari kita membalikkan kejayaan Islam dengan Al-Qur’an,” tutupnya.

M127

Share Post
No comments

LEAVE A COMMENT